Wednesday, 26 September 2018
PENGUMUMAN TERBARU
kaboki

kaboki

Bupati OKI, H Iskandar SE akan menerima piagam penghargaan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI karena telah mewujudkan sekolah model berstandar nasional.
 
Piagam itu rencananya akan diserahkan pihak kementerian kepada bupati di Gedung Kesenian Kayuagung hari ini, Selasa pagi (12/9/2017). Selain penyerahan piagam, juga dilakukan sosialisasi program pengembangan sekolah model penjamin mutu pendidikan di Kabupaten OKI.
 
Iskandar mengapresiasi Kemendikbud RI melalui Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Sumatera Selatan atas penghargaan yang diberikan. Penghargaan ini menjadi penambah semangat Pemkab OKI untuk berbuat dan berkarya lebih baik khususnya di dunia pendidikan.
 
“Pendidikan adalah pilar dalam membangun suatu bangsa yang maju. Untuk itu, membangun pendidikan yang bermutu menjadi prioritas kami. Sejak tahun 2016 lalu, pemerintah melaksanakan program sekolah model yang berbasis standar nasional pendidikan, yang terdiri dari delapan standar nasional pendidikan,” jelasnya.
 
Kedelapan standar itu yakni, standar kompetensi lulusan, standar proses, standar isi, standar penilaian, standar pendidikan dan tenaga kependidikan, standar pengelolaan, standar pembiayaan, standar sarana dan prasarana.
 
“Alhamduliah atas pembinaan dari LPMP di Kabupaten OKI, kami mampu menerapkan sekolah model sebanyak 17 sekolah antara lain; 6 SD, 5 SMP, 5 SMA, dan 1 SMK,” rincinya.
 
Sekolah-sekolah tersebut telah mampu melaksanakan penjaminan mutu pendidikan secara mandiri serta dijadikan sebagai sekolah percontohan bagi masing-masing lima sekolah lainnya.
 
“Sehingga ada 85 sekolah yang kami harapkan pada 2018 nanti akan menjadi sekolah model di Ogan Komering Ilir. Saya sangat mendukung penerapan sekolah model ini karena mampu mengukur efektivitas, kualitas dan keberhasilan pengelolaan pendidikan serta menjamin mutu pendidikan pada khususnya,” ungkap bupati.
 
Lanjutnya pula, sekolah-sekolah yang ada di Kabupaten OKI ini mampu memenuhi sistem penjaminan mutu pendidikan (SPMI), dapat dikembangkan sekolah model sesuai dengan kultur dan budaya Ogan Komering Ilir dan memenuhi standar pendidikan nasional.
Dalam rangka memperingati Hari Olahraga Nasional (Haornas) Ke 34 Tahun 2017 Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) mengadakan kegiatan berupa jalan santai yang dimulai / start dari lapangan hatta dan finish di Kantor Bupati Ogan Komering Ilir dilanjutkan dengan Apel Pembukaan peringatan Haornas disertai dengan pembagian hadiah berupa doorprise dan uang pembinaan kepada atlit, pembina, pelatih dan wasit berprestasi, Jum’at (8/8). Kegiatan memperingati Haornas diikuti oleh seluruh pelajar tingkat SD, SMP, SMA dan Umum se Kecamatan Kayuagung serta SKPD dan FKPD.
 
Adapun Atlit, wasit dan pelatih berprestasi yang telah mengharumkan Kabupaten OKI baik ditingkat darerah maupun Nasional, berikut nama-nama atlit, pelatih dan wasit berprestasi yakni, A. Atlit berprestasi Cabang Olahraga Wushu.
 
1. Rizya Bighoyama Tohirudin (SMPN 6 Kayuagung) juara 1 Duelian babak kwalifikasi porprov XI Tahun 2016 di muara Enim.
 
2. Muhammad Aldi (SMPN 6 Kayuagung) juara 1 Duelian babak kwalifikasi porprov XI Tahun 2016 di Muara Enim.
 
3. Suproyadi (SMAN 1 Sp.Padang) juara 1Toya babak kwalifikasi porprov XI tahun 2016 di Muara Enim.
 
4.Taizuwa Bighoyama Aflahan (SMAN 2 Kayuagung) juara 1 Nanqun porprov XI tahun 2016 di Muara Enim.
 
5. Oka Sandari juara 1 Sanda 60 Kg Putri porprov XI tahun 2016 di Muara Enim.
 
Cabang Olahraga Pertina
 
Noman (SMK 1 Tanjung Lubuk Juara 1 Kejuarda Pusri Cup.
 
Cabang Olahraga Karate
 
Amelia Sholilah Juara 3 O2SN Tingkat Propinsi Tahun 2016.
 
Cabang Olahraga Sepak Takraw
 
1. Jodi Setiawan Juara 2 Popda Tingkat Propinsi .
 
2. M.Richat Juara 2 Popda Tingkat Propinsi.
 
Cabang Olahraga Sepak Bola
 
Tim Sepak Bola Usia 12 Juara 1 Sepak Bola U-12 Tahun 2017 Sumsel.
 
Pelatih dan Wasit Berprestasi
 
1. Odang Suhendara Pelatih Wushu
 
2. I Wayan Pelatih Wushu
 
3. M.Hilman Azis Pelatih Sepak Takraw dan
 
4. M.Lubis SKM Pembina Wushu
 
5. Oky Adtorik Wasit Wushu
 
6. Pebri Yupizer Wasit Wushu
 
7. Drs.Zainimun Wasit Pertina
 
8. Zulkarnain Wasit Karate
 
Bupati OKI H.Iskandar SE yang diwakili oleh Assisten Pemerintahan dan Kesra Drs. H Antonius Leonardo M.Si dalam sambutanya menyampaikan amanat dari Kementrian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menindak lanjuti Intruksi Presiden Republik Indonesia (Inpres) Nomor 1 tahun 2017 tentang gerakan masyarakat hidup sehat maka Kemenpora secara resmi meluncurkan gerakan “ayo olahraga” dan mengusung tema pada Hari Olahraga Nasional (Haornas) pada tahun 2017 “olahraga menyatukan kita”, semoga semangat Haornas terus membara dihati sanubari kita semua, salam olahraga,”ucap antonius ketika membacakan sambutan dari Kemenpora pada apel peringatan Haornas.
 
Plh Kepala Dispora OKI Drs Beni Refib didampingi Kabid Olahraga Yasir Arapat S.Pd mengatakan peringatan Haornas tahun ini Pemkab OKI mengusung tema ” mari kita bersama membangun prestasi” dimana agar pemerintah dan masyarakat dapat selaras serta saling mendukung agar tercipta prestasi, maka pada moment Hari Olahraga Nasional (Haornas) tahun 2017 yang didukung oleh Pemerintah Daerah (Pemda) OKI diharapkan dapat meningkat prestasi bagi para atlit baik ditingkat Daerah (Kabupaten), Propinsi maupun Nasional”,ungkap yasir.
 
Lanjutnya, pada ivent porprov ke 11 tahun 2017 yang akan diselenggarakan dipalembang kiranya dapat meningkatkan prestasi para atlit OKI dimana pada peringkat sebelumnya meraih peringkat ke 7 maka tahun ini bisa naik peringkat Ke 5,” harap yasir sebagai langkah keseriusan kita membina dan mencari bibit-bibit atlit yang mengharumkan Kabupaten OKI kedepanya.
 
Sejarah haornas, diperingati setiap tanggal 9 september, yang tak lepas dari Penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional Pertama (PON 1) yg digelar di surakarta, solo, jawa tengah pada tgl 9 september 1948. PON 1 diresmi oleh Presiden Soekarno dan penutupannya dilakukan oleh Sri Sultan Hamengku Buwono IX selaku Ketua Komite Olimpiade Republik Indonesia (Kori) sebelum bergabung dengan KONI.
Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) bersama dengan perwakilan Bank Indonesia (BI) Palembang Sumatera Selatan (Sumsel), bekerjasama melakukan pengembangan bawangan merah dibeberapa kecamatan yang berada di bumi bende seguguk dengan lahan seluas 1 hektare.
 
Percontohan pengembangan bawang merah tersebut merupakan tindak lanjut dari pertemuan Pimpinan BI Sumsel dengan Bupati OKI, H Iskandar SE beberapa waktu lalu,” ujar Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanam Pangan dan Holtikultura (KPTPH) Pertanian Kabupaten OKI, Syarifudin SP ketika diwawancara melalui handphone, Kamis (7/9/2017).
 
Lebih lanjut dikatakannya, percontohan pengembangan bawang merah ini pembiayaannya bersumber dari BI Sumsel dan dilakukan oleh kelompok tani Tunas Sumber Rejeki, Desa Tugu Agung Kecamatan Lempuing yang mulai dari pengolahan tanah, saprodi lengkap, teknik budidaya atau pendampingan petani hingga sampai pada pasca panen,” katanya sembari menjelaskan tidak hanya di Lempuing tetapi juga di Desa Sibur Kecamatan Sungai Menang.
 
Dikatakannya juga, Bank Indonesia Sumsel ikut berperan aktif dalam mendampingi petani melaksanakan budidaya komoditi strategis cabe dan bawang merah (Cawang) yang ikut andil mempengaruhi inflasi.
 
Penanaman bawang merah ini dilakukan pada lahan sawah tadah hujan setelah panen padi IP 200, bulan Juli, Agustus, September dan Oktober, biasanya lahan tadah hujan tersebut sebagian dimanfaatkan untuk menanam tanaman sayuran & palawija. “Kita berharap kedepan dengan percontohan ini dapat menginsfirasi petani melakukan budidaya tanaman bawang merah dengan umur tanaman 70 hari sudah bisa dipanen,” ungkapnya.
 
Sebelumnya Bupati OKI, H Iskandar SE mengatakan bahwa antusias petani cukup tinggi terhadap program ini, oleh karena itu kita berharap kepada pihak BI untuk dapat bekerjasama dengan Pemkab OKI. “Selain dapat meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan petani, program ini juga bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan konsumsi bawang merah nasional. Kita berharap 5 tahun kedepan Kabupaten OKI menjadi sentra bawang merah di Sumsel,” ungkap H Iskandar SE saat beraudensi dengan pimpinan Bank Indonesia Sumsel beberapa waktu lalu.
Pendopo Kabupatenan rumah jabatan Bupati OKI, hari itu benar-benar menjadi rumah rakyat.  Mulai pejabat hingga warga bisa masuk ke pendopoan bersalaman dan merayakan Idul Adha. Kamis (1/9) kemarin Bupati Iskandar menggelar open house Idul Adha 1438 H.
 

Protokol Bupati dan Satpol PP membiarkan banyak masyarakat masuk mengenakan celana jin dan sandal jepit.

Mereka tak hanya bisa masuk. Masyarakat bersandal jepit bahkan dapat menghampiri dan bersalaman dengan Iskandar. Tak ada yang dibeda-bedakan saat itu.

Semua masyarakat umum, baik yang mengenakan sandal jepit, sepatu, jin, gamis, kaos, pakaian adat, dapat bersilaturahmi dengan orang nomor satu di Ogan Komering Ilir ini. Iskandar pun terlihat menikmati silaturahmi itu. Padahal, hari-hari biasanya, pengamanan yang berada di sekitaran pendopo kabupatenan ketat dalam menjaga rumah jabatan bupati ini.
 
Kegiatan open house ini berlangsung usai sholat Idul Adha di Masjid Agung Sholihin.
 
Barisan panjang yang terdiri dari ibu ibu dan anak anak ini langsung terbentuk dari halaman depan pendopoan. Momen antrean tersebut banyak dimanfaatkan warga untuk berfoto bersama Bupati Iskandar, Ketua TP PKK Lindasari dan keluarga.
 
“Senang sekali bisa salaman langsung dengan Pak Iskandar, tiap tahun pak Bupati buka open house seperti ini. Baru kali ini bisa ikut” Ungkap Yana salah satu warga Kayuagung.
Yana juga mengucapkan terima kasih kepada Bupati Iskandar karena menggelar open house untuk rakyat di hari Lebaran ini.
“Terima kasih. Meski sibuk, Pak Bupati masih punya waktu untuk rakyatnya,” puji Yana.
 
Setelah bersalaman, warga  bebas menikmati berbagai makanan yang telah disediakan, seperti, bakso, pempek, dan es kacang merah. Tak ketinggalan opor ayam dan rendang. Selain itu, tersedia berbagai jenis kue tradisional mulai kue basah alias jajanan pasar, seperti kue cupu, pastel, roket hingga kue kering ala Lebaran, seperti nastar, kacang, dan beberapa lainnya.
 
Warga Kecamatan Sirah Pulau Padang, Hendri mengaku datang bersama seorang temannya. Dia juga mengaku sengaja datang ke Kayuagung untuk ikut Open House.
 
“Bahagia sekali sudah bisa ketemu, salaman dengan Pak Bupati, dapat makan gratis dan photo photo. Terima kasih. Alhamdulillah,” kata Hendri.
Friday, 01 September 2017 16:45

Berjuang Mewujudkan Pembangunan Berkeadilan

Bupati Ogan Komering Ilir, H. Iskandar, SE memaknai Idul Adha atau hari raya kurban tahun ini sebagai momentum untuk meningkatkan semangat berjuang dan bekerjasama Mewujudkan Pembangunan Berkeadilan. Tujuh Puluh Dua tahun Indonesia Merdeka menurut dia belum semua masyarakat OKI merasakan buah kemerdekaan.
 
“Untuk itu, di tahun ketiga masa kerja kami, Pemerintah lebih fokus untuk melakukan pemerataan pembangunan yang berkeadilan. Kita ingin masyarakat Kabupaten OKI yang berada di pinggiran, di pelosok, di desa-desa, di kawasan terpencil merasakan hadirnya pemerintah, merasakan buah pembangunan, dan merasa bangga menjadi bagian dari Ogan Komering Ilir” Ungkap Bupati Iskandar pada sambutannya sebelum sholat ied di Masjid Agung Sholihin, Kamis, (1/9).
 
Untuk mewujudkan itu menurut dia pemerintah sudah berupaya agar masyarakat di tiga kecamatan, Sungai Menang, Cengal, Air Sugihan bisa memiliki rasa bangga pada tanah kelahirannya, karena energi listrik yang sudah menerangi rumah-rumah masyarakat.
 
Berupaya agar masyarakat di Pedamaran Timur, Sungai Menang dan Cengal membeli harga bahan pokok yang sama dengan saudaranya di Sirah Pulau Padang maupun Pedamaran karena jalan Kayuagung-Sepucuk-Pedamaran Timur sepanjang 38 Km sudah ditembuskan pada tahun ini.
 
Meski harus diakui menurutnya membangun jalan di atas rawa sangat berat dan berbiaya tinggi. Butuh waktu tidak kurang dari dua dasawarsa (20 tahun) untuk menyambungkan Pedamaran Timur dengan Kayuagung. Tembusnya Jalan prioritas ini tentunya berkat kerjasama dari pemimpin-pemimpin kita sebelumnya, mulai dari Bupati Rasyid Rais, dilanjutkan F. Rozi Dahlan, lalu Ishak Mekki dan tuntas di masa kepemimpinan Iskandar.
 
Pemerintah menurut dia juga berupaya Mendekatkan dan memberi pelayanan kesehatan gratis kepada masyarakat melalui Program 1 Desa 1 Poskesdes, mendirikan 3 rumah sakit Pratama dan meningkatkan pelayanan rawat inap di Puskesmas-Puskesmas. Menunaikan program pendidikan karakter melalui Program 1 desa 1 Paud yang sudah di selesaikan pada tahun 2016 lalu.
 
 
Pemkab OKI juga tetap memprioritaskan pembangunan di pedesaan melalui dana desa yang digelontorkan mencapai 1 Milyar per desa
 
“Melalui dana desa kita berharap mampu menjadi stimulan derap pembangunan di desa agar tidak ada lagi jalan-jalan desa yang berlumpur atau jalan setapak yang belum di cor beton sehingga masyarakat OKI semakin maju baik di desa maupun di kota” Pungkasnya.
 
Demikian halnya dengan perbaikan kesejahteraan bagi para perangkat desa terus diupayakan agar semakin meningkat pula pelayanan dan pengabdiannya kepada masyarakat di desa.
 
 
Pemkab OKI menurut dia juga ingin pertanian tetap menjadi komoditi andalan bagi kabupaten ini. Kita sudah berupaya agar para petani di OKI meningkat pendapatannya. Meningkat produksi lahannya. Kita bersyukur melalui kerja bersama antara pemerintah, TNI, dan Petani, Ogan Komering Ilir mampu menjadi salah satu penopang Kedaulatan Pangan Nasional. Selama tiga tahun terakhir kita mampu meningkatkan produksi padi secara signifikan hingga 851 ribu ton. Bahkan di tahun 2017 kita mampu surplus beras sebanyak 442.855 ton. Beras petani OKI memasok daerah lain, seperti Jakarta, Bogor, Tanggerang, Depok dan Bekasi.

Bupati Ogan Komering Ilir, H. Iskandar, SE menyambangi Sebanyak 213 Kepala Keluarga (KK) dari Desa Balian dan Embacang, Kecamatan Mesuji Raya OKI, Selasa (29/8).

Dikatakan Kepala Desa (Kades) Embacang, Ahmad Junaidi bahwa dirinya mewakili masyarakat penerima bantuan mengucapkan terimakasih atas bantuan-bantuan yang telah disalurkan.

Dirinya juga menjelaskan, banjir yang terjadi khususnya di dua desa tersebut merupakan banjir yang hampir terjadi setiap tahunnya. “Tapi untuk tahun ini banjirnya luar biasa pak, banjirnya sampai dua kali di tahun 2017 ini,” katanya.

Oleh karena itu, dirinya mewakili masyarakat yang lain meminta solusi terkait penanganan banjir ini. “Banjir ini terutama terjadi di tempat-tempat bantaran sungai. Salah satu penyebabnya adalah karena adanya penyempitan sungai dan pembuatan benteng-benteng oleh perusahaan,” katanya.

“Semuanya sudah kita komunikasikan dengan pihak perusahaan untuk normalisasi sungai. Tapi hingga saat ini belum ada, oleh karena itu kami meminta bantuan dan bimbingannya dari pemerintah,” pungkasnya.

Menanggapi hal tersebut, Bupati OKI, H Iskandar SE meginstruksikan kepada kepala Desa dan Camat untuk segera membahas Terkait masalah banjir dalam musyawarah rencana pembangunan (musrrnbang). “Untuk urusan denhan perusahaan nanti itu silahkan dikomunikasikan lagi, untuk kades dan Camat nanti silahkan didampingi,” katanya.

“Bicarakan dengan mereka terkait normalisasi sungai ini, bicarakan baik-baik. Jadikan perusahaan ini sebagau mitra jadikan mereka sebagai rekan untuk kita membangun,” lanjutnya.

Nanti, sambung Bupati, pihak pemerintah juga akan membantu mengkomunikasikan dengan pihak perusahaan. “Intinya, kami dari pemerintah mengucapkan rasa duka yang mendalam atas terjadinya bencana ini,” ucapnya.

“Semoga apa yang telah terjadi ini tidak menghilangkan semangat kita untuk terua bangkit dan bantuan yang diserahkan ini dapat membantu kehidupan bapak ibu sekalian. Apalagi ini mendekati idul adha, tentunya ini akan sangat dibutuhkan san bermanfaat,” pungkasnya.

Usai menyerahkan bantuan, H Iskandar SE juga menyempatkan memantau posko penanganan kesehatan di Desa Embacang.

Di era mudahnya peneyebaran informasi seperti yang terjadi saat ini, Bupati Ogan Komering Ilir (OKI), H Iskandar SE berpesan kepada seluruh anggota pramuka untuk turut menangkal isu-isu yang bersifat provokatif yang dapat memecah belah kesatuan.

Hal tersebut diungkapkannya saat upacara peringatan hari pramuka ke-56 tingkat Kwartir Cabang (Kwarcab) OKI, di halaman kantor bupati OKI, Selasa (29/82017). Dihadapan para anggota pramuka, dirinya menegaskan pramuka untuk turut menolak ataupun menagkal berita-berita hoax.

“Pramuka haruslah aktif, produktif dan kreatif. Salah satunya harus produktif dan kreatif dalam menyuarakan informasi. Oleh karena itu, teksline dari pramuka saat ini adalah pramuka jadi kantor berita,” jelasnya.

Saat ini, lanjut Bupati, Pramuka tidak sekadar hanya menjadi konsumen informasi, tapi juga menjadi produsen informasi. “Selain memberitakan informasi di media sosial, pramuka juga merespons dan menolongnya di tempat. Inilah spirit baru gerakan pramuka di era digital. Keberadaan gerakan pramuka baik di media sosial maupun di dunia nyata harus lebih terasa kehadirannya,” ujar Iskandar SE.

“Bukan sekadar fokus dalam mendidik kaum muda berkarakter melalui berbagai kegiatan untuk mewariskan yang terbaik bagi bangsa, utamanya menyiapkan generasi mileneal untuk menjadi pemimpin terbaik bagi bangsanya,” lanjutnya.

Masih kata Iskandar SE, setahun lalu Presiden RI mengingatkan untuk dapat memanfaatkan dengan baik media sosial. “Alhamdulillah, saat ini gerakan pramuka memiliki tagline yaitu ‘setiap pramuka adalah kantor berita’ yang artinya bahwa anggota pramuka harus lebih aktif, produktif, dan kreatif dalam menyuarakan berita,” jelasnya.

Dirinya meyakini bahwa pramuka inilah garda terdepan bangsa, garda terdepan Pancasila, yang merupakan aset penting bagi keutuhan Negara Kesatuan Rpublik Indonesia (NKRI).

“Usia 56 tahun gerakan pramuka bukanlah usia yang pendek. Hal ini meembuktikan bahwa gerakan ini telah memberikan kontribusi yang nyata dalam dunia pendidikan di indonesia. Dan sampai saat ini semangat itu tidak pernah pudar,” pungkasnya.

Monday, 28 August 2017 10:01

Dana Desa di OKI Harus Tepat Sasaran

Pemkab OKI dan DPRD OKI sama sama berharap masing-masing Dana Desa (DD) yang dikucurkan pemerintah pusat ke seluruh desa di kabupaten ini penggunaannya harus tepat sasaran, karena sudah jelas diatur dan tidak boleh dilanggar.

Sebelumnya, Pemkab OKI melalui Bupati OKI H Iskandar SE mengajak semua pihak untuk ikut serta mengawal penyaluran DD sehingga pemanfaatannya tepat sasaran bagi masyarakat. Jangan sampai timbul gejolak akibat melencengnya anggaran tersebut.

“Besaran DD dan ADD di setiap desa berbeda-beda, namun lebih kurang Rp 1 milyar perdesa,”katanya. Iskandar optimis keberadaan program DD yang didukung dengan ADD dari APBD OKI akan mampu meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan desa.

“Hadirnya dana desa harus dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat. Jangan sampai disalahgunakan oleh oknum Kades, adanya dana desa diharapkan desa tersebut dapat lebih maju dengan memberdayakan masyarakatnya sehingga ke depan desa akan menjadi mandiri,”ujarnya.

Sedangkan dari DPRD OKI diwakili H Subhan Ismail dari Fraksi Bintang Kebangkitan Nasional kemarin meminta agar masyarakat serta semua pihak dapat ikut mengawal sehingga pelaksanaan DD menjadi maksimal. Ia menuturkan, dana ini cukup besar dan sangat signifikan.

Artinya, bila dipergunakan dengan mekanisme yang benar, dana ini dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat di desa. Apalagi saat ini Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi telah membentuk Satgas DD. Jangan sampai terjadi carut marut penjabaran aturan penggunaan ADD maupun DD, karena akibat salah penjabaran dari dinas terkait, yang jadi korban adalah Kades.

“Sebab, Kades itu sebagai pengguna anggaran, karena dia yang melaksanakan ADD dan DD,”ungkapnya. Pembentukan Satgas Dana Desa yang mengacu pada Keputusan Mendes PDTT Nomor 50 Tahun 2017 tentang Pembentukan Satuan Tugas Dana Desa, yang berfungsi membantu merumuskan kebijakan dan pengawasan pelaksanaan penggunaan dana desa, diharapkan tidak terjadi penyimpangan anggaran.

Wednesday, 23 August 2017 11:48

E GOVERMEN, Komitmen Untuk Di Terapkan

Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir komitmen untuk menerapkan e-Government salah satunya melalui Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE) dan aplikasi ikutannya (SiRUP, Sismon TEPRA, dan SIKaP) telah diagregasikan dalam Inaproc yang menghubungkan data yang diperlukan antar aplikasi. Agregasi data penyedia barang dan jasa juga telah dilakukan sejak 2012

.
Komitmen ini dilakukan dengan melatih sejumlah pejabat pengadaan dan administrator dilingkungan Pemkan OKI, Rabu, (23/8).

​Bupati OKI, H Iskandar SE melalui Sekretatis Daerah (Sekda) OKI, H Husin SPd MM mengatakan, perkembangan TIK ini diarahkan kepada ketersediaan informasi dan data yang​ menghubungkan dari satu instansi ke instansi lainnya. “Secara otomatis, pemerintah harus mampu memberikan pelayanan umum yang cepat, profesionalitas dan transparan,” kata Husin saat membuka bimtek yang digelar di Setda OKI tersebut.

“Sebagai bagian dari pelayanan umum, pebgadaan barang atau jasa, pemerintah merupakan salah satu aktivitas yang selalu menjadi sorotan,” lanjutnya.

Oleh karena itu, Husin berharap, melalui kegiatan bimtek tersebut permasalahan terkait oengadaan barang dan jasa pemerintah terus berkurang. “Berkaitan dengan penggunaan aplikasi SIRUP yang dibahas hari ini, maka pada saat ini beberapa fitur SIRUP dapat digunakan untuk memfasilitasi K/L/D/I dalam mengumumkan RUP pada websitenya masing-masing, baik yang sifatnya manual maupun otomatis yang juga merupakan futur yang terdapat pada SIRUP,” jelasnya.

Oleh karena itu, lanjutnya, pada kesempatan ini, maka dilaksanakanlah Bimtek dan Sosialisasi Sistem lnformasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP) yang berupa Sosialisasi Kebijakan SIRUP dan Pelatihan Teknis Penggunaan Aplikasi SIRUP.

“Diharapkan, bagi peserta bimtek yang mewakili masing-masing instansi ini dapat mengikuti bimtek dengan baik sehingga dapat menjalankan SIRUP dan membagi apa yang didapatkan kepada rekan kerja hingga pimpinan tempat saudara bekerja,” pungkasnya.

Tujuh Puluh Dua Tahun Indonesia merdeka bagi Bupati OKI, H. Iskandar, SE dimaknai sebagai upaya menunaikan Janji kemerdekaan untuk mewujudkan pemerataan

pembangunan. “Agar masyarakat yang berada di pinggiran, di pelosok, di desa-desa, di kawasan terpencil merasakan hadirnya pemerintah, merasakan buah pembangunan”

Ungkap Bupati Iskandar, Kamis, (17/8) lalu. Harapan dan cita-cita Bupati Iskandar mulai terwujud. Salah satunya dibidang pendidikan dan kesehatan. Meski berada di wilayah

perairan OKI SDN 1 Timbul Harjo yang terletak di Kecamatan Air Sugihan OKI menjadi terbaik III Lomba Sekolah Sehat (LSS) tingkat nasional.

 

 

Penghargaan Prestisius tersebut diserahkan langsung oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama, Prof. Dr. Phil Kamaruddin Amin, M.A di Hotel Kartika

Chandra, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jumat, (18/8). Bupati OKI yang diwakili Kepala Dinas Kesehatan, H. M. Lubis, M. Kes saat mendampingi kepala sekolah SDN 1

Timbul Harjo mengatakan penghargaan ini menjadi motivasi bagi sekolah sekolah lain di OKI untuk menerapkan pola hidup sehat di sekolah. “Terima kasih kepada Tim Pembina

UKS setiap jenjang administrasi semoga kegiatan yang  terintegrasi ini mempercepat mewujudkan generasi yg sehat dan cerdas. Kata kuncinya mari kita budayakan PHBS dalam

kehidupan sehari hari” Ungkap Lubis. Selain sekolah sehat Puskesma Air Sugihan juga mendapat penghargaan dari Kementerian Kesehatan sebagai Puskesmas Pembina terbaik

ungkap Lubis. Lomba Sekolah Sehat Tingkat Nasional dinilai langsung oleh empat kementerian yang bersama-sama menilai sekolah dari tingkat Taman Kanak-kanak (TK) hingga

Sekolah  Menengah Atas (SMA). Lomba digelar dengan berbagai tahapan di seluruh kabupaten/kota dan provinsi se-Indonesia. Para peserta memperebutkan dua kategori

pemenang  sekolah kinerja terbaik (best performance) dan sekolah pencapaian terbaik (best achievement).

 

 

Empat kementerian yang terlibat yaitu Kementerian Kesehatan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayan, Kementerian Agama dan Kementerian Dalam Negeri.

Sebagai pemenang SDN 1 Timbul Harjo dinilai telah berhasil menerapkan Pola Hidup Bersih Sehat pada siswa-siswanya sejak dini.

Kepala Sekolah SDN 1 Timbul Harjo, Damsi, S. Pd mengatakan bahwa tujuan Lomba Sekolah Sehat ini sejalan dengan visi dan misi sekolah tersebut. “Sesuai dengan visi misi

sekolah, menciptakan anak-anak yang sehat jasmani dan rohani,” kata Damsi.

“Kita sejak awal selalu berusaha lebih baik lagi. Ternyata dalam UKS itu banyak sekali program-program yang anak-anak dan warga sekolah tidak mengetahui. Seperti bagaimana

menjaga kesehatan yang tidak hanya sehat jasmani juga rohani, dan dua-duanya harus seimbang,” kata dia.

Lebih lanjut, mengatakan untuk mencapai juara lomba tingkat nasional harus melalui penyisihan beberapa tahapan. “Kita dinilai mulai dari regional kecamatan, sekolahan se

Kabupaten OKI, di provinsi dan sampai tingkat nasional,” kata dia.

SDN 1 Timbul Harjo memiliki tiga pokok dalam membangun sekolah sehat, yaitu pendidikan kesehatan, pelayanan kesehatan, dan pembinaan lingkungan sekolah sehat.