Sunday, 22 July 2018
PENGUMUMAN TERBARU
kaboki

kaboki

Kayuagung----Mengurangi angka kemiskinan dan mewujudkan pemerataan pembangunan antar wilayah menjadi agenda Musrenbang-RKPD Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) tahun 2016 yang dihelat di Gedung Kesenian Kayuagung, Selasa (24/3).

 Persentase penduduk miskin di Kabupaten OKI masih di bawah provinsi dan mengalami penurun sebesar 0,35% dari 15,82 % pada tahun 2013 menjadi 15,47 persen tahun 2014. Meski demikian, angka atau jumlah kemiskinan di OKI masih berada di atas rata-rata provinsi, sebagaimana dijelaskan Kabid Sosial dan Budaya Bapppeda Sumsel, Ir Hendrian MP.

 "Angka atau jumlah kemiskinan di OKI masih berada di atas rata-rata provinsi, namun persentanse di bawah provinsi. Tapi jumlah penduduk miskin di OKI sekitar 121 400an, Kabupaten OKI harus menurunkannya sekitar 26 ribu di tahun 2016 mendatang,” pungkasnya.

 Wakil bupati OKI, H. M. Rifa’I, SE mengatakan pihaknya menyiapkan program strategis untuk Percepatan menekan angka kemiskinan melalui pengembangan ekonomi berupa  peningkatan ketahanan/kedaulatan pangan, pembangunan pertanian khususnya pembangunan jaringan irigasi, pengembangan perikanan, perkebunan dan peternakan, pengembangan industri kecil, UMKM, koperasi (1 desa 1 koperasi), serta pasar desa.

Pada kesempatan yang sama Kepala Bappeda OKI, Ma’ruf,  S. IP mengatakan pembangunan infrastruktur wilayah yang berkeadilan dan merata menjadi solusi untuk menekan dan mengurangi jumlah penduduk miskin.

Dicontohkan Makruf Dalam rangka mewujudkan Pembangunan OKI dari desa, pada tahun 2014 telah dibangun Jalan Poros desa sepanjang 124,85 Km, Jalan Kabupaten sepanjang 304,31 Km, Pembangunan Jaringan Listrik PLN sepanjang 35,76 Km, Air Bersih sebanyak 34 desa. Sedangkan Pada Tahun  2015 tambahnya akan dibangun Jalan Poros desa sepanjang 71,43 Km, Jalan Kabupaten sepanjang 433,84 Km, Pembangunan Jaringan Listrik PLN sepanjang 61,08 Km, Pembangunan Air Bersih sebanyak 37 desa. Untuk Ketahanan Pangan tambahnya telah dibangun Pengembangan Jaringan Irigasi sebanyak 75.000 ha di Kabupaten OKI.

 

Libatkan Dunia Usaha

Ada yang berbeda pada pelaksanaan Musrenbang-RKPD di Kabupaten OKI, yakni dengan melibatkan dunia usaha yang tergabung dalam forum CSR PKBL. Dikatakan Ma’ruf kalangan dunia usaha diminta untuk berperan aktif dalam pembangunan di Kabupaten OKI.

“Setidaknya mereka membantu masyarakat disekitar lokasi usaha. melalui forum ini kita dorong dunia usaha untuk berperan aktif dalam pembangunan” pungkasnya.

Kepala Bappeda Provinsi Sumsel mengapresiasi keterlibatan dunia usaha dalam Musrenbang menurutnya ini sebuah terobosan.

“Ini yang pertama di Sumsel kalangan dunia usaha andil dalam Musrenbang setelah Muaraenim. Agar menjadi contoh untuk Kabupaten/kota lain” pungkas Hendrian.

 

 

KONDISI CAPAIAN KINERJA PEMERINTAH
KAB OKI SAMPAI DENGAN TAHUN 2014

 

NO

U R A I AN

CAPAIAN

2013

2014 (**)

1

PERTUMBUHAN EKONOMI

6,45

6,80

2

LAJU INFLASI

7,53

7,90

3

PENDAPATAN PER KAPITA (ADHB)

10.470.544

12.665.509

4

PENDAPATAN PER KAPITA (ADHK)

4.020.850

4.243.825

5

PERSENTASE PENDUDUK MISKIN

15,82%

15,47%

6

PENGANGGURAN TERBUKA

6,11%

3,48%

7

ANGKA HARAPAN HIDUP

68,71 tahun

68,75 tahun

8

RATA-RATA LAMA SEKOLAH

6,77

7,05 tahun

9

PENGELUARAN RIIL PERKAPITA

Rp. 633.880

Rp. 637.215

10

INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA (IPM)

71,82

72,26

11

JUMLAH DESA TERTINGGAL

145 (43,23%)

75 (22,94)

 

 

PERKEMBANGAN PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR PERDESAAN

PROGRAM

TAHUN

2014

2015

1.    Pembangunan Jalan Poros Desa

124,85 Km

71,43 Km

2.    Pembangunan Jalan Kabupaten

304,31 Km

433,84 Km

3.    Pembangunan Jaringan Listrik PLN

35,76 Km

61,08 Km

4.    Pembangunan Air Bersih

34 Desa

37 Desa

5.    Pembangunan Sanitasi

11 Desa

11 Desa

6.    Normalisasi Sungai

22,25 Km

57,7 Km

7.    Pembangunan Tambatan Perahu

-

2 Desa

8.    Pendidikan Berkarakter (1 desa 1 PAUD)      

8 PAUD

15 PAUD

9.    Pembangunan dan Rehab. Bangunan Sekolah

29 Unit

79 Unit

10.  Pelayanan Kesehatan (1 desa 1 Poskesdes)

8 Poskesdes

7 Poskesdes

11.  Pengembangan Koperasi (1 desa 1 koperasi)

-

50 desa

12.  Ketahanan pangan

     -  Pengembangan Jaringan Irigasi

     -  Pengembangan Optimalisasi Lahan

3.100 ha

183 ha

75.000 ha

3.100 ha

     -  Perkebunan

     -  Kelautan perikanan

     -  Peternakan

37 Kelompok

38 Kelompok

 46 Kelompok

50 Kelompok

37 Kelompok

29 Kelompok

13.  Pembangunan/rehab  pasar desa

2 Desa

8 Desa

Kayuagung---Bupati OKI Iskandar, SE berjanji akan memberangkatkan umrah bagi qori’/qoriah yang berhasil mengharumkan nama Kabupaten OKI pada gelaran STQ Tingkat Provinsi Sumsel yang akan dilaksanakan di Kabupaten Lahat bulan Mei mendatang.

“Jika tidak ada aral melintang. Tidak ada aturan yang melarang, tidak ada alasan bagi saya untuk tidak memberangkatkan umrah bagi qori yang mengharumkan nama Kabupaten OKI pada STQ tingkat Provinsi di Lahat nanti” ungkap Iskandar saat menutup STQ XXIII Tingkat Kabupaten OKI, Jum'at, (13/3)

Iskandar berharap Kafilah Kabupaten OKI menorah prestasi di STQ Tingkat Provinsi mendatang “Kalau tahun kemaren 4 besar, tahun ini tidak salahnya bisa masuk 3 besar” ungkap Iskandar.

para qori' qoriah terbaik Kabupaten OKI akan mengikuti training center di LPTQ sebelum diikutkan pada STQ tingkat Provinsi di Lahat bulan Mei Mendatang.

sebagai juara umum STQ XXIII Tingkat Kabupaten OKI, yaitu kecamatan Jejawi yang meraih poin tertinggi, yaitu 34 disusul kecamatan Kayuagung 30 poin dan Sungai Menang yang mengumpulkan poin 21.

 

Monday, 16 March 2015 01:58

OKI Siaga Asap Sejak Dini

Kayuagung---Kabupaten OKI menjadi Kabupaten yang terbesar mengalami musibah kebakaran di Sumatera Selatan. diperkirakan pada musim kemarau tahun 2014 lalu ada sekitar 6.000 sampai 8.000 HA lahan yang terbakar. Bupati OKI, Iskandar, SE tidak ingin bencana ini berulang-ulang. Beberapa program penanggulangan bencana asap dimulai sejak dini diantaranya melalui program pengelolaan hutan lahan kehidupan dan program masyarakat peduli api.

Pengelolaan Lahan Kehidupan

Hutan Tanam Industri (HTI) menjadi program utama Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dan Pemkab. OKI untuk mencegah kebakaran yang berulang tiap tahun.

Selain menumbuhkan ekonomi masyarakat, HTI menjadi gerak lebih cepat dalam mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan, agar bencana kabut asap tak kembali menjadi ancaman di daerah ini.

"HTI mempertegas kawasan. Perusahaan dan masyarakat bisa bersama-sama hutan yang mereka kelola agar tak terjadi kebakaran lagi," Ungkap Gubernur Sumsel Alex Noerdin di halaman kompleks perkantoran Pulp And Papper Sungai Baung, Desa Bukit Batu Kecamatan Air Sugihan, Ogan Komering Ilir (OKI), Selasa (3/3/2015) lalu.

Bupati OKI menggagas pola kemitraan penyelamatan hutan dengan pola  pengelolaan lahan kehidupan. Lahan kehidupan, yaitu pola kemitraan masyarakat dengan Perusahaan HTI dalam pengelolaan lahan, yaitu   1). Bagi masyarakat tani yang tidak memiliki lahan, diberikan lahan usaha tani dengan status yang jelas,  dimana dalam pola kemitraan lahan kehidupan ini,  statusnya lahannya tetap milik negara namun dapat diusahakan oleh masyarakat dalam jangka waktu panjang (lebih dari 35 tahun ). 2). Untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat tani, harus dilakukan pendampingan yang berkesinambungan, mulai dari saat pembukaan lahan sampai pada pemasaran hasil usahataninya. Pendampingan ini dilakukan secara kolaborasi antara pemda OKI (Dinas instansi terkait) dengan melibatkan para LSM yang memiliki kualifikasi dan didukung oleh Perusahaan swasta yang lokasinya berdampingan atau disekitar areal perusahaan. 3).  Perusahaan swasta yang bergerak dibidang Perkebunan maupun Kehutanan ataupun sektor swasta lainnya berkerja sama dengan Pemda OKI yang secara bertahap untuk membuka akses berupa jalan transportasi, agar masyarakat tidak terisolir lagi.  4).  Perusahaan swasta sektor dan sub sektor lainnya juga harus bekerjasama dengan Pemda OKI dalam membangun fasilitas umum lainnya seperti penyediaaan sarana belajar, PAUD, TPA, POSKESDES, sarana lampu listrik, sarana air bersih dan lain-lain, sehingga setahap demi setahap mutu intlektualitas dan spiritualitas masyarakat dapat ditingkatkan.

 

Dengan demikian, Kata Bupati Iskandar; kalau masyarakat sudah mempunyai mata pencaharian yang tetap dan pendapatan yang memadai, secara berangsur bencana asap tidak akan terulang lagi. Kedepan tambah Iskandar Pemerintah  tidak perlu lagi untuk menganggarkan biaya yang banyak untuk memadamkan api, karena sudah ada yang mencegah terjadinya kebakaran yaitu masyarakat itu sendiri.

“masyarakat pasti akan mencegah setiap adanya kebakaran, dikarenakan kalau sampai terjadi kebakaran maka yang terbakar adalah kebun dan tanaman milik masyarakat itu sendiri” Pungkasnya.

 

Regu Kebakaran Desa Terlatih (RKDT) dan Masyarakat Peduli Api (MPA)

Menanggulangi kebakaran hutan menurut Iskandar harus dimulai dari masyarakat itu sendiri. Di Kabupaten Oki telah dibentuk Regu Kebakaran Desa Terlatih (RKDT) dan Masyarakat Peduli Api (MPA) yang elemennya terdiri dari tokoh masyarakat, penggiat lingkungan dan masyarakat itu sendiri.

 

“Kita bentuk regu-regu anti kebakaran ini dan kelompok-kelompok masyarakat peduli api. Mereka kita bekali dengan pengetahun juga kita usahakan honornya. Mereka ini yang bertanggungjawab mengadakan sosialisasi sadar lingkungan kepada masyarakat dan berpratroli bersama untuk mencegah kebakaran lahan di desanya.”

 

Dengan demikian harap Iskandar lebih baik mengeluarkan dana yang sedikit untuk tindakan preventif dari pada mengeluarkan biaya yang besar untuk memadamkan api.

Kayuagung---Yayasan Jantung Sehat Indonesia (YJI) Cabang Utama Sumsel menggelar senam jantung sehat di GOR Biduk Kajang Kayuagung, Jum’at (13/3) sore. Senam massal jantung sehat itu melibatkan masyarakat umum, perwakilan pemerintah khususnya remaja.

“Sesuai dengan instruksi dari Yayasan Jantung Sehat Pusat, hari ini (kemarin) diadakan senam jantung sehat secara massal di Gor Biduk Kajang Kayuagung dalam rangka mensosialisasikan kepada masyarakat bagaimana pentingnya menjaga kesehatan jantung karena menjaga kesehatan jantung sudah seharusnya ditanamkan sejak dini, agar kedepannya dapat meminimalisir kematian akibat serangan jantung” ujar perwakilan YJI Sumsel, Hj. Rita Masyito, S. KM

YJI menyosialisasikan pola hidup SEHAT (seimbangkan gizi, enyahkan rokok, hindari stres, awasi tekanan darah, dan teratur berolahraga). Diungkap Rita, penyebab kematian tertinggi di dunia adalah penyakit jantung. YJI Sumsel juga terus mengajak masyarakat berolahraga. Diakuinya, saat ini banyak remaja yang tidak senang senam. Mereka bisa memilih olahraga lain yang juga menyehatkan.

Sementara itu wakil bupati OKI, H. M. Rifa’i, SE mengatakan Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir sangat mendukung kegiatan senam jantung ini sebagai salah satu langkah memasyarakatkan olahraga guna mewujudkan pola hidup sehat

“kita kadang terjebak  aktifitas kerja sehari-hari. Terkadang juga lupa untuk memperhatikan kesehatan dikarenakan kesibukan. Oleh karena itu,  kami menyambut baik kegiatan ini harapan kami kegiatan seperti ini tidak hanya sekali ini, tetapi tetap terus digalakkan bahkan ditingkatkan

 di OKI ini” pungkasnya.

Tuesday, 10 March 2015 01:46

Target 3 Besar STQ Tingkat Provinsi

Kayuagung—Seleksi Tilawatil Qur’an STQ XXIII Tingkat Kabupaten OKI dibuka oleh Bupati OKI Iskandar, SE di pendopoan rumah dinas Bupati OKI hari rabu (10/3). Iskandar berharap ajang pencarian qori’ berprestasi ini bisa mengeluarkan qori’ dan qoriah terbaik di OKI.

“Kalau tahun kemaren masuk 4 besar tingkat provinsi, tahun ini upayakan masuk 3 besar” ungkap Iskandar saat membuka acara.

STQ Ke XXIII Tingkat Kabupaten ini akan berlangsung selama lima hari, yaitu dari 10 sampai dengan 14 maret 2015 yang diikuti oleh kafilah-kafilah dari delapan belas kecamatan se Kabupaten OKI.

Iskandar  menyampaikan tujuan utama STQ adalah untuk mensyiarkan Islam "Bukan hanya rutinitas dari tahun, tetapi dibalik itu ini semua adalah kewajiban kita sebagai umat muslim untuk mengamalkan ajaran Al-Qur’an.” Pungkasnya.

Sebelum pembukaan STQ diawali dengan karnaval para kafilah dari seluruh kecamatan kabupaten OKI yang dimulai dari lapangan Hatta dan berakhir di Pendopoan rumah dinas yang disambut langsung oleh Bupati OKI Bp. Iskandar, SE.

Kayuagung---Bupati Ogan Komering Ilir, Iskandar, SE  dipercayakan memimpin Pengprov Persatuan Golf Indonesia (PGI) Sumsel Periode 2014-2018. Iskandar resmi dilantik oleh Ketua Umum  Pengurus Besar (PB) PGI Murdaya Widyawimarta di Padang Golf Pondok Indah Jakarta, minggu (8/3).

Iskandar mengaku, akan fokus meningkatkan pembinaan terutama kepada atlet usia muda di Sumsel.

“PGI ini akan menjadi pemersatu atlit - atlit golf dan club - club golf yang ada di Sumsel, semoga dalam pembinaan pengurus PGI Provisi Sumsel altit amatir yang hadir disini bukan tidak mungkin menjadi atlit nasional". "tuturnya".

Sumatera Selatan merupakan harapan untuk pembinaan dan pengembangan olahraga Golf terutama atlet junior.  “Kedepannya bibit muda berbakat di cabang olah raga ini dapat menoreh prestasi baik di tingkat nasional maupun internasional” pungkas Iskandar.

ketua PB (Pengurus Besar) Persatuan Golf Indonesia Murdayana Widyawirmarta mengatakan banyak agenda yang akan dihadapi pengurus PGI yang dilantik.

“Dihadapan saudara telah banyak kegiatan yang butuh perhatian, antara lain agenda turnamen PB PGI tahun 2015, dan seleksi pra pon dan XIX/2016 di Jawa Barat” ungkap Murdayana.

Murdayana mengungkapkan Sumsel memiliki pegolf yang potensial, "Kita juga bangga bahwa pada SEA-GAME 2015 di Singapura, salah satu atlit yang terpilih mewakili Indonesia berasal dari Sumatera Selatan. "tambahnya.

"Kami percaya pengurus Provinsi PGI Sumsel memiliki komitmen yang tinggi dalam pengembangan olah raga golf di Sumsel sehingga dapat menghasilkan atlit - atlit nasional yang dapat mengharumkan nama Indonesia di dunia Internasional. "tutup Ketua Umum PB PGI.

Sunday, 03 May 2015 18:58

BPK dan BPKP Bekali Para Pejabat OKI

Kayuagung---Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) dan Badan Pemeriksa Keuangan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) membekali pejabat  Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemerintah  Kabupaten OKI, dalam hal pengelolaan keuangan.

Secara bergantian kepala perwakilan BPKP dan BPK perwakilan Sumsel, memberi materi pelaporan LKPD berbasis akrual kepada para pejabat Pemkab OKI di Ruang Rapat Bende Seguguk I, Kamis (5/3).

Wakil Bupati OKI, H. M. Rifa’I, SE  yang menerima rombongan mengatakan Pemkab. OKI akan terus melakukan pembenahan dan penyempurnaan pengelola keuangan yang mengacu kepada aturan-aturan yang berlaku. Wabup juga mohon bimbingan dari BPK dan BPKP dalam penerapan standar akutansi ini.

“Kami terus berkomitmen untuk melakukan perbaikan dalam pengelola keuangan daerah yang baik. Seiring dengan diberlakukannya aturan pengelolalan keuangan berbasis akrual, kami terus mohon bimbingan dari BPKP Sumsel dalam menerapkan standar akutansi ini” ungkap Rifa’i.

Rifa’i juga mengucap terimakasih atas bimbingan BPKP Sumsel Kabupaten OKI mampu meraih opini Wajar tanpa Pengecualian (WTP) untuk pelaporan keuangan daerah.

Kepala Perwakilan BPK Sumsel  I Gede Kastawa mengemukakan, LKPD Berbasis Akrual merupakan audit standar internasional. Dan berdasarkan Peraturan Pemerintah  Nomor 1 Tahun 2010, LKPD berbasis akrual ini wajib dilaksanakan mulai tahun 2015 ini.

“Standar akutansi  yang digunakan selama ini yakni berbasis kas, dinilai kurang tepat dan masih banyak kekurangan yang harus dibenahi, Maka kedepannya dengan adanya program Akrual basis bisa diterapkan segera mungkin bagi akutansi Pemerintahan Daerah” ungkapnya.


Dia mengatakan, BPK dan BPKP siap mendampingi Pemda dalam menerapkan standar akuntasi berbasis akrual ini.

“Jika pemerintah daerah mengalami kesulitan membuat LKPD, maka dapat berkonsultasi dengan BPKP, sehingga tidak ada kendala  dalam penyampaian laporan keuangan”jelas Gede Kastawa.

Senada dengan itu, Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Sumsel IGB Surya Negara mengatakan, pihaknya dapat membantu pemerintah daerah dalam menyusun pelaporan keuangan.

Menurut Dia, BPKP merupakan auditor internal pemerintah, sedangkan BPK adalah auditor eksternal pemerintah. Dikemukakan, tidak ada perbedaan persepsi dalam melaksanakan audit oleh BPKP dan pemeriksaan oleh BPK. Karena semua sesuai dengan SOP dan standar audit sesuai tugas pokok dan fungsi masing masing lembaga.

"Jika diibaratkan, maka peran BPKP sebagai pemberi bimbingan kepada pemerintah daerah, sedangkan BPK merupakan penguji dan pemda yang diuji," beber IGB Surya Negara.

Kayuagung----Bupati OKI, Iskandar, SE diminta mewakili Bupati Walikota se Sumsel untuk memaparkan isu-isu strategis pembangunan di Sumatera Selatan pada rapat koordinasi (Rakor) Presiden Joko Widodo dengan seluruh bupati dan walikota, Kamis (22/1/2015) di Istana Bogor Jawa Barat. Iskandar tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk mengusulkan pembangunan infrastruktur dan peningkatan produksi pertanian di Sumsel.

"Presiden Jokowi ingin mendapatkan masukan dari para Pemda terkait isu-isu strategis yang merupakan representasi publik di daerah. Mewakili Sumsel, menurut saya agenda penting yang harus kita sampaikan yakni pembangunan infrastruktur dan menjadikan Sumsel sebagai penopang kedaulatan pangan nasional," ujar Iskandar usai bertemu presiden.

 Agenda pembangunan penting di Sumsel yang perlu  diusulkan ke pemrintah pusat menurut Iskandar, yaitu, keberlanjutan pembangunan kawasan Tanjung Siapi-api dan tol Palembang-Indralaya (Palindra) dan pembangunan jaringan irigasi di OKI.

 Terkait tanggapan Presiden terhadap usulan itu, Bupati mengaku puas. Sebab Presiden komitmen membantu untuk mewujudkan agenda pembangunan tersebut.

 Rapat koordinasi presiden dengan para bupati dan walikota ini diselenggarakan untuk membahas agenda prioritas pemerintahan dan pembangunan di 6 bidang.

 "6 bidang tersebut yaitu kedaulatan pangan, infrastruktur, potensi kelautan, sumber daya alam, energi. Dan keenam, kendala dalam perizinan, pelayanan, tumpang tindih peraturan perundang-undangan dan ego sektoral," ucap Mendagri Tjahjo Kumolo.

 Selain Mendagri, Rakor ini juga dihadiri Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menteri PU dan Pekerjaan Umum Basuki Hadi Muljono, Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo, Sekertaris Kabinet Andi Widjajanto juga menteri pertanian Andi Amran Sulaiman.

 Siap Dukung Kedaulatan Pangan Nasional

 OKI menjadi prioritas pemerintah pusat dalam pengembangan kedaulatan pangan nasional. Potensi areal pertanian tanaman pangan dan hortikultura di OKI mencapai 528.387 Ha. Dengan rincian Luas lahan sawah lebak mencapai 119.888 Ha (63,29%), sawah tadah hujan 46.941 Ha (24,78%), luas lahan sawah pasang surut  21.957 Ha (11,59%) dan sawah irigasi teknis baru mencapai 650 Ha (0,34%)

Memiliki kesempatan berdialog langsung dengan presiden tidak disia-siakan Iskandar untuk memaparkan kesiapan Kabupaten OKI mendukung program kedaulatan pangan nasional. Iskandar meminta kembali kepada presiden untuk membangun jaringan irigasi sepanjang 7.000 ha yang  dijanjikan menteri pertanian saat berkunjung di Kabupaten OKI beberapa waktu lalu.

 "Saya sampaikan kepada presiden, OKI memiliki potensi pertanian yang sangat luas, namun permasalahannya  adalah susahnya manajemen air di sawah-sawah kita. Kalau musim panas kekeringan jika musim hujan seperti sekarang bisa gagal panen. Saya mintakan sekali kepada Bapak presiden untuk membangunkan jaringan irigasi di OKI dan saya yakinkan Presiden, OKI mampu produksi 1 juta ton setiap tahun" ungkap Iskandar.

 Iskandar yakin OKI siap mendukung program Kedaulatan Pangan nasional.

PROGRAM PEMERINTAH PUSAT UNTUK PENINGKATAN PRODUKSI TANAMAN PANGAN DI KABUPATEN OKI TAHUN 2015

No

Program

Target

1

Bantuan Benih Padi ke petani

1.875.000 kg

2

Bantuan Pupuk

15.000.000 kg

3

Bantuan Pupuk NPK

22.500. 0000 kg

4

Bantuan Herbisida

30.000.000 Liter

5

Bantuan Handtraktor

3.000 unit

6

Bantuan Pompa Air

3.750 unit

7

Jaringan irigasi tingkat usaha tani

75.000 ha