Friday, 15 December 2017
PENGUMUMAN TERBARU
Kaboki

Kaboki

Sunday, 10 December 2017 02:37

Kabupaten OKI Raih Penghargaan Peduli HAM

Kabupaten Ogan Komering Ilir menerima penghargaan bidang Hak Asasi Manusia (HAM) dari Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Republik Indonesia.

Bupati OKI, H. Iskandar, SE yang diwakili Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda OKI, Drs. H. Antonius Leonardo, M. Si yang menerima penghargaan, Minggu, (10/12) di

Solo mengatakan penilaian kota/kabupaten peduli HAM didasarkan  kriteria terpenuhinya hak-hak dasar masyarakat antara lain, hak atas kesehatan, hak atas pendidikan, hak

perempuan dan anak, hak atas kependudukan, hak atas pekerjaan, hak atas perumahan yang layak, dan hak atas lingkungan yang berkelanjutan.

“Penilaian kriteria daerah kabupaten dan kota Peduli HAM ini diukur berdasarkan indikator struktur, proses dan hasil,” ujarnya.

Dalam rangka Peringatan Hari HAM sedunia pada tahun ini diberikan penghargaan kepada 351 Kabupaten/kota  yang memenuhi kategori Peduli HAM dan 83 kabupaten/kota

yang dikategorikan Cukup Peduli HAM “OKI masuk kategori cukup peduli Ini sebuah hasil yang cukup memuaskan,” katanya.

 

Presiden Joko Widodo saat membuka Peringatan Hari HAM Sedunia mengakui masih banyak pekerjaan rumah untuk penegakan Hak Asasi Manusia (HAM) yang belum

dikerjakan oleh pemerintah. “Saya menyadari masih banyak pekerjaan besar, pekerjaan rumah perihal penegakan HAM yang belum bisa tuntas diselesaikan,” kata Presiden Joko

Widodo di Solo. Namun menurut Presiden Jokowi sudah banyak pula upaya pemerintah untuk menyediakan layanan-layanan dasar bagi masyarakat.

Presiden juga mengapresiasi upaya keras dari semua pihak yang telah memberikan kontribusi nyata untuk penegakan prinsip-prinsip HAM di Indonesia, mengapresasi kepada

para gubernur, para walikota, para bupati yang mengembangkan human rights cities dan mengembangkan daerah yang berwawasan HAM.

Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir meraih penghargaan dari Kementerian Kesehatan atas prestasi tercapainya target cakupan imunisasi Dasar Lengkap (IDL) cakupannya mencapai 90 persen.
 
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten OKI, Lubis, SKM, M. Kes yang menerima piagam penghargaan dari Menteri pekan lalu mengatakan pencapaian imunisasi dasar tersebut merupakan hasil kerja keras dari semua unsur Dinas Kesehatan dan kesadaran masyarakat.
 
”Ini berkat kerja keras, kerja sama dan kekompakan tenaga kesehatan serta kesadaran masyarakat yang membawa anaknya untuk diimunisasi” Ungkap Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten OKI, Lubis, SKM, M. Kes, Kamis, (7/12).
 
Lubis juga mengatakan, prestasi ini pun dapat tercapai berkat dukungan yang sangat kuat dari Bupati OKI, TP PKK dan Forkom Imunisasi dasar di OKI Target tersebut menurut Lubis dilakukan dengan upaya pendekatan keluarga dalam meningkatkan kesadaran para orang tua dan masyarakat untuk melengkapi status imunisasi anaknya.
 
“Kami melakukan sosialisasi dalam rangka menyikapi isu-isu negatif tentang imunisasi melakukan identifikasi permasalahan program imunisasi dan menetapkan langkah untuk mengatasinya memperkuat kemitraan antara sektor pemerintah dan swasta serta memperkuat dukungan pemerintah daerah, DPRD, partai politik, organisasi keagamaan maupun organisasi kemasyarakatan” Ungkapnya.

Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir memanggil pelaksana pengerjaan proyek jalan tol Kayuagung-Palembang. Pemanggilan ini dilakukan untuk menindaklanjuti keluhan warga korban Banjir di sekitar proyek jalan tol.

Rapat yang dihadiri pihak Waskita, PT PIM dan perwakilan masyarakat ini menyimpulkan akan menutup sementara aliran sungai Buntu diwilayah kelurahan Sukadana dengan tanggul untuk mengurangi debit air di sekitaran proyek tol tersebut.

“Aliran air masuk dari Sungai Komering melalui sungai buntu, kita kurangi debitnya yang masuk ke Sukadana dan Celikah. Setelah debit air berkurang kita lakukan pengeringan di wilayah yang terendam banjir. Itu jangka pendek” Ungkap Sekda OKI, H. Husin, S.Pd, MM saat memimpin rapat.

Untuk jangka panjang menurut Husin akan dilakukan koordinasi dengan pihak Balai Besar Wilayah Sungai terkait tata kelola manajemen air Sungai Komering.

“Kita ini berada di Delta dua sungai besar, Sungai Komering dan Sungai Ogan jadi mau tidak mau wilayah kita yang berada di dataran rendah ini akan terendam banjir jika hujan turun lebat. Menutup sementara aliran sungai komering bisa jadi solusi sementara mengatasi banjir di Sukadana ” Jelas Husin.

Banjir  yang menggenangi rumah warga di Kelurahan Sukada dan Desa Celikah tersebut diduga akibat penimbunan jalan tol membuat air menggenang tertahan timbunan tanah dan membanjiri rumah warga.

Penimbunan jalan tol itu menurut Kemal Al Kautsar Ketua RT 3 Purnajaya yang terendam banjir mengakibatkan naiknya debit air hingga menggenangi rumah warga.

“ini yang kedua kali di tahun ini. Sebelumnya pada April lalu rumah kami terkurung banjir. Kami minta solusi dari Pemerintah atau orang yang bisa  menyelesaikan masalah. Tidak seperti yang lalu kami dimanfaatkan oknum” tungkasnya di Kantor Bupati OKI, Senin, (27/11).

Kemal berharap tindakan konkrit dari pihak pelaksana tol untuk menghindarkan mereka dari bencana banjir.

Site Area Manager PT Prima Indojaya Mandiri (PIM), Hendra Oktavera selaku pelaksana pembangunan ruas tol pada STA 0 sampai dengan STA 200 mengatakan pihaknya sudah membangun sebanyak 13 block culvert sebagai penyeimbang air di sisi kanan dan kiri jalan tol dengan lebar 10 m dan muka 13 m

“kita sudah siapkan 13 pintu air namun sekarang masih dalam masa pengerjaan” tungkasnya.

Terkait banjir yang menggenangi rumah warga menurut Hendra sudah menjadi tanggung jawab perusahaan untuk melaksanakan proyek tanpa mengganggu eksosistem yang ada baik dalam pelaksanaan maupun selesainya proyek ini nanti.

Asisten Bidang Pemerintahan Kabupaten OKI, Antonius Leonardo, M. Si kembali menegaskan gar pihak pelaksana proyek memberi solusi langsung terkait banjir yang masuk ke rumah warga.

“Jadi konkrit saja, apa yang bisa kita lakukan hari ini juga. Usai rapat kita langsung turun ke lapangan dan kalau langsung kerja” Jelasnya.

Usai melakukan rapat bersama warga, Sekda OKI dan rombongan meninjau langsung debit air di Sungai Buntu yang akan dibangunkan tanggul sementara dan mengecek lokasi penimbunan di STA 0-350 Desa Celika OKI. Di lokasi tersebut sudah terbentuk struktur jalan tol berupa timbunan tanah dengan lebar sekitar 40 meter serta mengecek sodetan selebar 10 m yang dibuat pelaksana jalan tol.

 
Petani di Kabupaten OKI kembali mendapat bantuan alat canggih untuk menanam padi dari Kementrian Pertanian. Menggunakan alat tersebut petani bisa melakukan tanam padi 1-2 hektar per hari. Mesin penanam padi Otomatis atau Rice Transplanter itu diterima oleh Dinas Ketahanan Pangan, Tanam dan Holtikultura Kabupaten OKI.
 
“Untuk mendukung swasembada pangan nasional di Kabupaten OKI, kita baru saja mendapatkan bantuan Mesin penanam padi otomatis atau Rice Transplanter. Meski baru 1 unit, namun ini dapat dimanfaatkan oleh petani jika mereka membutuhkan dan siapapun boleh minjamnya,” ujar Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanam dan Holtikultura Kabupaten OKI, Syarifudin, SP, MSi, Rabu (22/11/2017).
 
Lebih lanjut dikatakannya, jika sebelumnya petani telah menggunakan mesin tanam otomatis yang digunakan dengan cara didorong, kali ini mesin tanam otomatis yang diterima cara kerjanya sama seperti mengendarai sebuah mobil. “Dengan menggunakan alat ini petani bisa tanam lebih cepat, tanpa menguras tenaga,” ujarnya.
 
Mesin transplanter ini akan dipinjamkan ke petani yang membutuhkan melalui kelompok untuk melakukan penanaman yang diatur oleh Balai Penyuluhan Pertanian (BPP).
 
“Jika tanam padi dengan cara manual, untuk lahan satu hektar harus memakai jasa tenaga kerja sebanyak 25 hingga 30 orang, dan menyelesaikan penanaman dalam dua hari. Sementara dengan alat transplanter ini satu orang dapat menyelesaikan penanaman padi 1 hingga 2 hektare dalam waktu satu hari,” ungkapnya.
 
Dijelaskan Syarifudin, cara kerja alat tersebut, dengan menyiapkan bibit yang sudah layak tanam cukup dipasang di atas alat, lalu dijalankan seperti mengendari sebuah mobil, bibit padi akan tertanam dengan sendirinya.
 
“Seiring dengan kemajuan teknologi, khususnya dalam bidang pertanian sekarang ini, telah dikembangkan berbagi jenis mesin penanam yang dimaksudkan untuk membantu petani dalam memudahkan proses penanaman, sehingga dapat menghasilkan kinerja efektif dan efisien dengan keuntungan yang lebih besar,” ungkapnya.
 
Selain proses pengolahan tanah. Proses lainnya yang cukup memerlukan biaya besar adalah penanaman, terlebih lagi sistem penanaman bibit padi masih kebanyakan dilakukan dengan cara tradisional, yaitu dengan sistem tanam pindah.
 
“Kekurangan pada sistem tradisional ini adalah dapat mengakibatkan tertundanya waktu tanam serempak karena mengandalkan tenaga kerja manusia dalam proses penanamannya,” jelas Syarifudin.

 

Desa Tanjung Serang Kecamatan Kota Kayuagung membentuk Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) untuk mengelola potensi pariwisata di danau Teloko

“Kita sudah membentuk BUMDes yang usahanya bergerak di bidang pariwisata,” kata Kepala Desa Tanjung Serang, Hermayani Danau Teloko, Sabtu, (18/11).

Ia menjelaskan, Danau Teloko merupakan objek wisata yang bisa dimanfaatkan potensinya untuk pariwasata.

“Objek wisata Danau Teloko inilah yang dikelola BUMDes bersama-sama dengan masyarakat desa,” katanya.

Ia menambahkan, untuk menarik pengunjung, BUMDes telah membangun sejumlah fasilitas pendukung serta berbagai wahana permainan di Danau Teloko

“Dengan adanya BUMDes tadi kita berharap berbagai potensi wisata dapat dikelola dengan baik, dan berdampak positif bagi perekonomian masyarakat desa,” katanya.

Camat Kota Kayuagung, Dedy Kurniawan, S. STP mengatakan, Danau Teloko memiliki potensi desa wisata baik dari sisi pemandangan alam apalagi posisinya yang tidak jauh dari pusat kota.

“Kita memaksimalkan potensi yang ada baik dari keuangan desa dari Dana Desa, maupun potensi sumber daya alamnya,” Terkait SDM menurut Dedy pihak kecamatan akan selalu melakukan pendampingan pengoptimalan BUMdes di Tanjung Serang.

Langkah kongkritnya menurut Dedy diawal tahun nanti pihaknya akan menggelar even skala Provinsi di lokasi danau Teloko.

“Kita akan undang para mancing mania untuk datang dan merasakan sensasi memancing di Danau Teloko. Sebagian dari mereka sudah berkunjung dan tertarik ikut dalam even yang akan kami gelar di Januari nanti,” Ungkap Dedy.

Even mancing mania ini selain mengenalkan pesona Danau Teloko juga sebagai soft launching BUMdes Desa Tanjung Serang yang akan mengelola Danau Teloko tambah Dedy.

Di lokasi menurut Dedy sudah disiapkan restoran terapung dan gazebo terapung yang dibangun melalui Dana Desa.

“Melalui even ini kita ingin mensinergikan ekonomi rakyat dengan industri pariwisata. Warga diberi akses berpartisipasi untuk meningkatkan daya saing tujuan wisata setempat,” tungkasnya.

Sebelumnya Bupati OKI, H. Iskandar, SE mendorong agar seluruh desa dapat berinovasi dan kreatif dalam membaca peluang usaha, karena banyak desa di OKI memiliki keunggulan di berbagai sektor seperti pariwisata, pertanian, perkebunan, perikanan, dan lain sebagainya.

Namun selain untuk penguatan infrastruktur, Iskandar mengatakan anggaran desa juga dapat digunakan untuk melaksanakan program yang dapat mendorong kemandirian ekonomi bagi masyarakat desa, misalnya untuk mendirikan BUMDes.

BUMDes sendiri dapat bergerak di berbagai sektor sesuai dengan kebutuhan, peluang dan potensi yang dimiliki desa.

“Tidak hanya fokus pada infrastruktur, tapi pemerintah desa saya harapkan terus berinovasi dan kreatif membaca peluang usaha, sehingga dengan adanya usaha ke depan dapat menjadikan desa lebih mandiri,” katanya

 
Sebanyak 31 puskesmas yang tersebar di 18 kecamatan dalam Kabupaten OKI secara serentak merayakan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke 53 tahun dengan mengkampanyekan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas).
 
Dengan mengambil tema “Sehat Keluargaku, Sehat Indonesiaku”, tiga program dalam kegiatan Germas ini meliputi gerakan aktifitas fisik setiap hari, gerakan makan buah dan sayur setiap hari dan deteksi dini penyakit. Kamis (16/11/17).
 
Kepala Dinas Kesehatan OKI, H M Lubis SKM., M.Kes, didampingi Sekretaris Dinkes OKI, Iwan Setiawan, SKM., M.Kes mengatakan ” Ya, Germas ini dilakukan secara serentak di 31 puskesmas di OKI. Tema tersebut diatas sejalan dengan program Indonesia sehat melalui pendekatan keluarga, dimana keluarga menjadi awal untuk mendorong masyarakat yang mandiri untuk hidup sehat “.
 
H. M. Lubis menegaskan “ Bahwa komponen terpenting dalam pencegahan, selain dipengaruhi kualitas lingkungan serta sarana dan prasarana pelayanan kesehatan, juga perilaku keluarga yang memiliki dampak besar dalam pembentukan perilaku individu “.
 
“Keluarga merupakan pengalaman pertama bagi anak-anak. Pendidikan di lingkungan keluarga dapat menjamin kehidupan emosional anak untuk tumbuh dan berkembang,” ujarnya.
 
 
Untuk itu, masih kata dia, pihaknya terus berupaya membudayakan perilaku hidup bersih dan sehat pada masyarakat, khususnya di lingkungan keluarga.
 
Sejalan dengan hal itu, lanjut dia, program yang dibesut Bupati OKI H Iskandar, SE dengan semboyan “Membangun OKI dari Desa”, khususnya dibidang kesehatan dilaksanakan dengan fokus pada kelompok masyarakat di desa serta keluarga, seperti program satu desa satu poskesdes yang bertujuan mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
 
“Berbagai program kesehatan telah dilaksanakan dengan sasaran semua kelompok umur di masyarakat. Dimulai dari calon pengantin dengan program TT Caten. Lalu, 1.000 hari pertama kehidupan terdapat program pemeriksaan kehamilan (ANC) lengkap, pemberian tablet fe, PMT Bumil KEK, persalinan gratis, inisiasi menyusu dini dan ASI ekslusif, PMT balita, pemberian kapsul vitamin A balita serta pemantauan pertumbuhan balita di posyandu,” jelasnya.
 
Begitupun untuk anak usia sekolah, dilaksanakan penjaringan anak sekolah, pembinaan upaya kesehatan sekolah (UKS), program kesehatan peduli remaja (PKPR), pemberian tablet tambah darah untuk remaja putri dan penyuluhan kesehatan reproduksi.
 
 
Pada kelompok sasaran dewasa, saat ini telah dilaksanakan pos bimbingan terpadu penyakit tidak menular (posbindu PTM) dan untuk usia lanjut ada program posyandu USILA.
 
“Pemkab OKI melalui Dinas Kesehatan OKI juga telah melaksanakan berbagai program untuk menanggulangi berbagai penyakit menular seperti diare, DBD, ISPA, malaria, kista, HIV-AIDS dan lainnya. Program lain yang didorong adalah Germas. Dengan Germas, kita mengajak kerjasama lintas sektor dan lintas program dalam mewujudkan masyarakat untuk berperilaku hidup sehat, yang berimplikasi terhadap mencegah terjadinya penyakit dan membentuk masyarakat OKI yang kuat sebagai bagian bangsa Indonesia yang kuat,” terangnya.
 
Untuk itu, dalam Peringatan HKN ke 53 ini, diharapkan dijadikan sebagai momentum merefleksi kembali sejauh mana keberhasilan upaya kesehatan yang sudah dilaksanakan, baik promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif, termasuk mendukung dan menyukseskan keberlanjutan program Bupati OKI H Iskandar, SE yaitu membangun OKI dari desa dibidang kesehatan, mulai dari diri sendiri, dan lingkungan keluarga.
 
“Kabupaten OKI sehat dapat diwujudkan melalui keluarga-keluarga yang sehat sehingga membentuk masyarakat sehat. Mari berperilaku hidup bersih dan sehat, selalu mengonsumsi makanan bersih dan teratur, sayur dan buah serta senantiasa berolahraga, melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin, tidak merokok dan menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat,” bebernya.
Dua orang petugas kebersihan, Rusmala Dewi dan Saherudin tak menyangka bahkan merasa seakan mendapat ‘Mukjizat’ bisa berangkat ke tanah suci mekkah untuk menunaikan ibadah Umroh.
 
Betapa tidak, Jika dilihat dari penghasilan yang hanya cukup memenuhi kebutuhan rumah tangga, tentu tidak terbayangkan bagi mereka untuk mampu melakukan hal tersebut. Namun ternyata jerih
 
payah dan kesabaran kedua petugas kebersihan atau kerap disebut ‘pasukan biru’ sejak puluhan tahun silam dengan tulus ikhlas menjalani profesinya membawa keberuntungan. Kedua Petugas
 
Kebersihan yang tercatat sebagai tenaga harian lepas pada Dinas Lingkungan Hidup setempat tersebut dipilih Bupati OKI H Iskandar, SE untuk mengikuti program Umroh Gratis.
 
 
Rusmala Dewi (51), petugas kebersihan Kota Kayuagung Kabupaten OKI tersebut, mengaku sangat gembira, karena mendapat hadiah umrah. “InsyaAllah, nanti kalau Allah mengizinkan, begitu
 
sampai ke Mekkah, doa pertama saya untuk Bupati OKI H Iskandar, SE ,” ungkap Rusmala Dewi Warga Celikah Kayuagung OKI, Rabu (1/11/2017).Dirinya mengakui, selama ini hanya bekerja
 
dengan ikhlas dan tulus membersihkan kota dengan mengharapkan upah untuk kebutuhan rumah tangga dan tidak pernah mengharapkan imbalan lebih, apalagi minta bonus umroh.

“Saya terkejut sekali ketika Bapak Bupati H Iskandar, SE memilih saya untuk berangkat Umroh pada 15 November 2017 nanti,” ujarnya dengan gembira.

 

Saherudin (61) mengatakan, saya tidak pernah bermimpi kalau terpilih sebagai petugas kebersihan yang diberangkatkan Umroh . Selain sudah tua juga masih banyak petugas kebersihan lain.”Sejak

dulu, tiap pagi usai sholat subuh saya selalu membersihkan semua sudut kota termasuk saluran dan drainase, sampah-sampah itu saya sapu di atas badan jalan dengan tujuan utama agar Kota

Kayuagung terlihat bersih dan rapi,” tutur Saherudin warga Kelurahan Jua-jua Kayuagung OKI.

Dia berharap, program umroh bagi masyarakat tidak mampu di Kabupaten OKI terus dilanjutkan pada tahun-tahun mendatang, karena dengan program tersebut, para masyarakat lemah seperti

dirinya dapat terbantu.

“Terimakasih Pak Bupati, semoga rekan-rekan saya seprofesi tahun depan diberangkatkan juga ke Tanah Suci, karena kehidupan kami para petugas kebersihan cukup sedih pak,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten OKI Drs H Alamsyah, MSi mengatakan, Pemkab OKI memberangkatkan keduanya atas dasar

Ketulusan dan keikhlasan seorang petugas kebersihan kota dalam menjalankan pekerjaannya.

“Profesi ini yang sering kita abaikan, sebenarnya sangat berperan penting dalam siklus hidup sebuah kota, karena para petugas kebersihan ini bekerja tanpa kenal waktu disaat dipagi buta,” katanya.

Ia menambahkan, dengan udara yang sangat dingin yang menusuk kulit para petugas ini mulai berjibaku dengan sampah-sampah yang berserakan hampir setiap sudut kota.

Terpisah, Kepala bidang pengelolaan sampah dan LB3, Marwa, S.Sos didampingi Kasi pengurangan sampah M Saleh Nawawi, S.Sos mengatakan, Untuk tahun 2017 ini Pemkab OKI memberi bonus umroh untuk dua petugas kebersihan, sehingga apa yang mereka dapatkan dari pemerintah bisa sebanding dengan pekerjaan mereka.

“Terimakasih buat Bapak Bupati OKI H Iskandar, SE yang telah memilih kedua petugas kebersihan kita untuk menunaikan ibadah ke tanah suci mekkah,” ungkapnya
Bupati Ogan Komering Ilir, H. Iskandar mengatakan keluarga merupakan komunitas terkecil dari masyarakat yang berperan sebagai tempat pendidikan pertama dan paling utama bagi anak-anak. Untuk itu dia berkomitmen pembangunan karakter harus dibangun dari keluarga.
 
“Keluarga merupakan kelompok penting dan dasar dalam pendidikan anak. Dari keluarga, seorang anak mulai menerima pelajaran etika, moralitas dan nilai nilai kehidupan ” ujarnya pada acara Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-24 tingkat Kabupaten OKI tahun 2017 di Desa Kandis Kecamatan Pampangan Kabupaten OKI, Rabu, (1/11).
 
Menurut Iskandar, pembangunan yang saat ini dilakukan bukan hanya infastruktur, tapi juga sumber daya manusia.
 
“Di mulai dari keluarga, bagaimana menjaga keluarga untuk dapat berpikir positif di lingkungannya, dan bermanfaat bagi lingkungannya. Untuk itu, di perlukan sinergi dari pemerintah daerah dengan berbagai pihak,” Ucap Iskandar.
 
Iskandar juga mengingatkan pentingnya keluarga berencana (KB). KB menurut dia bukan hanya upaya pengendalian kelahiran semata, namun membangun kesadaran akan pentingnya perencanaan dalam setiap keluarga, yaitu bagaimana membangun keluarga kecil, bahagia, dan sejahtera, merencanakan kemandirian ekonomi keluarga, merencanakan keluarga yang berpendidikan, dan merencanakan keluarga yang sehat.
 
Pada akhir sambutannya Bupati OKI ini kembali menekankan pentingnya arti keluarga. “Indonesia ini dibangun dari keluarga, jika baik tatanan dalam keluarga maka baik pula bangsa ini,” tuturnya.
 
Selain memberikan sambutan pada acara Harganas XXIV Bupati juga memberikan bantuan berupa makanan pendamping ASI, makanan tambahan ibu hamil, makanan tambahan anak sekolah, makanan olahan ikan, tas sekolah, Selain itu, Bupati juga penghargaan kepada para camat, kepala desa dan kader KB.
 
Peringatan Harganas XXIV 2017 mengusung tema “Dengan Hari Keluarga Nasional, Kita Bangun Karakter Bangsa Melalui Keluarga yang Berketahanan”, yang pesan intinya adalah keluarga berketahanan, Indonesia mandiri dan sejahtera. Acara peringatan Harganas XXIV Tingkat Kabupaten OKI diselenggarakan di desa Kandis kecamatan Pampangan, Rabu (01/11/17).
 
Peringatan Harganas XXIV tahun 2017 dan peluncuran kegiatan Remaja Peduli Kependudukan (RPK), dihadiri Bupati OKI, H.Iskandar,SE, Kepala BKKBN Sumsel, Kepala BKKBN OKI, Al Hadi Nasir, Skm M.Kes, Ketua TP PKK OKI, Hj.Lindasari Iskandar,SE, OPD, Camat sekabupaten OKI, Kades, Tokoh Masyarakat, Pemuda dan Tokoh Agama.
 
Kepala BKKBN, Al Hadi Nasir, SKM M.Kes menyampaikan Bahia peringatan Hari Keluarga Nasional XXIV, BKKBN OKI juga meluncurkan kegiatan Remaja Peduli Kependudukan. Dimana RPK ini selain mengenalkan tentang Keluarga Berenca juga sosialisasi tentang buruknya pengguna narkoba dan menjauhi sek bebas.
 
“Beberapa kegiatan sudah berlangsung di antaranya bakti sosial di rumah sakit, pengobatan gratis, seminar kesehatan, membuka layanan kesehatan geratis, pelayanan KB gratis dan pemutaran filem tentang kelurga berencana”jelas Al Hadi Nasir.
 
 
Sementara itu Kepala BKKBN Sumsel yang diwakili oleh Kabid Adpim, Nurdin,S.Sos M.Kes menyampaikan bahwa kualitas penduduk Sumsel sangat dipengaruhi oleh kualitas keluarga.
 
Nurdin,S.Sos M.Kes mengajak semua pihak untuk memperhatikan tumbuh kembang remaja dengan peningkatan ketahanan keluarga. Diantaranya mendewasakan usia perkawinan, persiapkan remaja dengan pendidikan yang lebih baik. Termasuk juga pemberdayaan keluarga yang mempunyai lanjut usia yang semakin meningkat.
 
Bupati OKI, H.Iskandar,SE dalam sambutannya menyampaikan bahwa Kabupaten OKI selalu eksis dalam Peringatan Hari Kelurga Nasional. Kabupaten OKI mendapatkan prestasi tingkat nasional dibidang KB, ini merupakan prestasi masyarakat Kabupaten OKI. Masyarakat pedesaan yang berkualitas dengan akan menjadikan kabupaten OKI yang mandiri dan sejahtera untuk membangun dari pedesaan.
 
“Betapa pentingnya peringatan Hari Keluarga Nasional ini untuk kesejahteraan keluarga dengan merencanakan keluarga dan menjadikan keluarga yang berkualitas” tutup H,Iskandar,SE.
Thursday, 26 October 2017 03:14

Registrasikan Kartu Prabayar Anda Sekarang

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Republik Indonesia Rudiantara mengatakan aturan registrasi kali ini merupakan penyempurnaan aturan yang telah dibuat Kominfo pada 2005.
Lebih lanjut Rudiantara mengatakan tujuan dari aturan ini adalah untuk meminimalisir penyalahgunaan nomor pelanggan prabayar yang selama ini banyak dipergunakan untuk penipuan, penyebaran konten negatif atau hate speech.

Tulus Abadi selaku Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menyambut positif langkah pemerintah untuk menerapkan registrasi prabayar.

Menurutnya, registrasi prabayar mutlak diberlakukan di Indonesia. Terlebih lagi banyak nomor prabayar yang sering disalahgunakan untuk menjalankan tindak kriminal dan terorisme.

YLKI berharap agar pemerintah dapat konsisten menjalankan registrasi ulang prabayar ini. Sebab, peraturan mengenai registrasi prabayar bukanlah aturan yang baru.

“Di negara lain registrasi prabayar sudah diberlakukan sejak lama dan berjalan dengan baik. Saya berharap operator dan pemerintah dapat menjamin keamanan data pelanggan telpon selular, sehingga penggunaannya dapat diawasi secara ketat. Jangan sampai data pelanggan disalahgunakan,” tutur Tulus.

Tulus juga berharap dengan dihubungkannya nomor telepon selular dengan data di Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil), maka langkah registrasi bisa dijadikan salah satu instrumen pengendalian penyalahgunaan nomor prabayar yang selama ini kerap digunakan sebagai alat kriminal.

Selain mencegah penyalahgunaan, fungsi registrasi kartu prabayar, menurut Dr. Ir. Mohammad Ridwan Effendi MA.Sc. K dan Seketaris Jenderal Pusat Kebijakan dan Regulasi Telekomunikasi ITB, Ridwan Effendi, bisa menciptakan industri telekomunikasi yang lebih positif dan kompetisi yang lebih sehat di masa mendatang.

Plt Kabiro Humas Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) Noor Iza menyatakan, walau pemberlakuan untuk registrasi kartu SIM prabayar ini beru dimulai pada 31 Oktober 2017, Namun pengguna sudah bisa melakukan regristrasi.
Meski begitu, berdasarkan pantauan pengguna di media sosial, tidak semua behasil melakukan registrasi kartu SIM prabayar ini. Lalu, apa yang menyebabkan kegagalan itu? Noor Iza mengatakan, ada sejumlah penyebab kegagalan dalam melakukan regristrasi.
“Pertama, saat registrasi nomor NIK dan nomor KK harus dipastikan sesuai dengan yang ada di KTP dan KK,” kata Noor Iza.
Dia menjelaskan, jika saat nomor NIK serta nomor KK masih belum tervalidasi, bisa jadi kalau data pengguna masih belum masuk dalam database Kependudukan dan Perencanaan Sipil Kemendagri.
“Kalau data kependudukan belum ada di database Dukcapil memang masih invalid. Registrasi bisa diulang hingga lima kali, kalau sampai lima kali gagal, operator akan mengirimkan pemberitahuan ke pengguna,” ujarnya.
Hal lain yang menjadi penyebab kegagalan dalam registrasi kartu SIM prabayar, kata Noor Iza, adanya perbedaan format regristrasi antar operator. Sehingga pengguna yang akan melakukan registrasi harus sesuai dengan format operatornya.
“Data kependudukan yang digunakan memang hanya nomor NIK dan nomor KK, tapi operator mendesain sistem di dalamnya sehingga format bisa berbeda. Nanti tanggal 30 Oktober, operator akan melakukan broadcast tata cara registrasi sehingga pengguna bisa mengikutnya,” kata dia.
Sekedar informasi, sampai sekarang ini Kominfo menyampaikan format registrasi kartu SIM prabayar, yaitu NIK#NomorKK#, Sedangkan untuk pelanggan lama dapat menggunakan format ULANG#NIK#NomorKK#.
Sejumlah operator memiliki format yang berbeda.
Untuk kartu SIM perdana Indosat, Smartfren, dan Tri menggunakam fotmat NIK#NomorKK#, sedangkan XL Axiata menggunakan Daftar#NIK#Nomor KK Daftar#NIK#Nomor KK, dan untuk Telkomsel memakai Reg (spasi) NIK#NomorKK
Kirim ke Nomo 4444

Page 1 of 26