Wednesday, 18 October 2017
PENGUMUMAN TERBARU
Kaboki

Kaboki

Pada ajang Tekhnologi Tepat Guna (TTG) ke- XIII tingkat Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), yang diselenggarakan di Gor Biduk Kajang Kayuagung, 11 – 15 Oktober 2017. Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), keluar sebagai juara umum dengan memborong 3 penghargaan sekaligus, Minggu (15/10/2017) malam.
 
Adapun penghargaan yang diraih adalah kategori TTG Unggulan Provinsi berhasil menyabet juara I, pada kategori stand terbaik Kabupaten OKI kembali meraih juara 1 dan terkahir Kabupaten OKI kembali meraih juara I kategori lomba Karouke Lagu Dangdut bagi kepala Dinas PMD se Sumsel.
 
Penutupan ini dilakukan oleh wakil Bupati OKI, H.M Rifa’i yang ditandai dengan penyerahan trofi kepada pemenang dalam gelaran TTG tingkat provinsi Sumsel.
 
Kepala Dinas PMD Provinsi sumsel, H Yusnin, S.Sos.,M.Si mengatakan, Dengan digelarnya TTG ke XIII tingkat Provinsi Sumsel di Kabupaten OKI ini, tentunya bertujuan untuk memperkenalkan teknologi tepat guna kepada masyarakat, sehingga masyarakat dapat mengenal teknologi yang ada, serta sebagai penyebaran informasi kepada masyarakat terutama di Sumsel.
 
“Provinsi Sumsel memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada 17 kabupaten/kota yang ikut andil dalam kegiatan TTG tingkat Provinsi Sumsel yang dipusatkan di Kabupaten OKI. Dan tentunya kedapan dapat ditindak lanjuti karena pengaruh TTG ini sangat besar sekali,” katanya, saat penutupan kegiatan TTG dan OKI Expo 2017 Minggu (15/10/2017).
 
Sementara itu, kepala Dinas PMD Kabupaten OKI, Nursula, S.sos mengungkapkan, dengan pameran TTG tersebut tentunya berbagai produk unggulan dapat diterapkan, baik di tingkat regional, nasional, bahkan diajang internasional. “Sebab pemberdayaan dari TTG ini bisa memberantas kemiskinan di Sumatera Selatan (Sumsel),” terangnya.
 
Nursula menjelaskan, bahwa TTG memang sangat diperlukan masyarakat dalam rangka meningkatkan kreatifitas masyarakat, agar dapat mendukung ekonomi kerakyatan dan juga mewujudkan masyarakat yang krearif dan inovatif.
 
Menurutnya, pelaksanaan TTG yang diikuti oleh 17 Kabupaten/Kota se Sumsel ini berjalan dengan baik adapun kegiatan pokok yang telah dilaksanakan dari tanggal 11 – 15 Oktober. Dan pada 12 Oktober dilakukan kegiatan Lokakarya dan pada 14 Oktober para peserta study banding ke desa sumberderas OKI.
Teknologi Tepat Guna (TTG) Ke XIII tingkat Provinsi Sumatera Selatan, resmi dibuka. Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Asisten III Bidang Provinisi Sumsel Joko Imam Santoso. Pembukaan dimulai dengan pemukulan gong yang diikuti oleh Bupati OKI H Iskandar SE, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Sumsel, H Yusnin S.Sos M.Si, dan Direktur Pendayagunaan Sumber Daya ALam dan TTG Kementrian Desa Pembaungnan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Dr Suprapedi, M.Eng.
 
Bupati OKI, H Iskandar SE mengugkapkan bahwa Kabupaten OKI telah banyak mengalami kemajuan dari waktu ke waktu. Pemerintah berkomitmen untuk terus berupaya melanjutkan dan menyempurnakan pembangunan di segala bidang. Dengan visi terwujudnya masyarakat OKI yang maju, mandiri dan sejahtera, berlandaskan iman dan taqwa. Kegitan ini juga dalam rangkaian hari jadi kabupaten OKI yang ke-72, sekaligus pembukaan Oki Expo.
 
Tujuan diadakannya TTG adalah untuk memperkenalkan produk unggulan yang diciptakan oleh para peserta dari 17 kabupaten/kota se Sumsel. Dengan memperkenalkan inovasi teknologi yang terbaru tersebut “Kami berharap dapat dimanfaatkan oleh masyarakat dan menunjang pengembangan ekonomi perdesaan,” ungkapnya.
 
 
Gelar TTG bisa menjadi salah satu kunci utama untuk memadukan SDM dan SDA, agar bisa menghasilkan produk masyarakat yang berdaya saing. Diharapkan juga melalui gelar TTG ini dapat menemukan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Teknologi yang dapat menjawab permasalahan masyarakat, tidak merusak lingkungan dan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat secara mudah serta menghasilkan nilai tambah dari aspek ekonomi dan aspek lingkungan hidup.
 
 
Melalui penemuan TTG berbasis potensi daerah menuju keunggulan kompetitif, bisa menemukan inovator – inovator daerah yang dapat mengembangkan pembangunan perdesaan untuk meningkatan perekonomian di kabupaten OKI dan Sumsel pada umumnya.
 
Ditambahkan Kepala Dinas PMD OKI, Hj Nursula S.Sos bahwa gelar TTG tingkat Provinsidilaksanakan pada tanggal 11- 15 Oktober mendatang, di Gor Perahu Katjang, Kayuagung.
 
 
Pemkab OKI menampilkan tiga tekhnolgi unggulan yakni Hidrolic Water Pump, Briket Gulma Gambut (BBG) dan Biji Kelor sebagai penjernih air. Ketiga tekhonologi sebelummya memenangkan lomba TTG tingkat Kabupaten. “Selanjutnya ketiga tekhnologi tersebut akan dilombakan dan bila menang akan mengikuti ajang nasional tahun 2018 mendatang,” ujarnya.
Camat yang berada diruang lingkup Pemerintahan Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), diminta untuk segera membentuk panitia penyelenggara Lelang Lebak, Lebung dan Sungai (L3S) dikecamatan masing-masing.
 
Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Perikanan OKI, Ir Hasanudin, MM pada saat rapat persiapan L3S masa pengelolaan 1 Januari 2018 sampai dengan 31 Desember 2018, yang dilaksanakan diruang rapat Bende Seguguk I kantor Pemkab OKI, Senin (9/10/2017).
 
Lebih lanjut dikatakannya, dalam membentuk panitia L3 tingkat kecamatan diharapkan agar mempedomani aturan-aturan lelang yang sudah ada, sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) nomor 18 tahun 2010.
 
Selain itu, dirinya juga meminta agar pihak kecamatan berkoordinasi dengan lurah dan Kepala Desa (Kades) untuk menyusun objek-objek dari lebak, lebung dan sungai yang bakal dilelang di wilayah masing-masing, berikut dengan batas-batas dan harga dasar objek tersebut.
 
“Data tersebut paling lambat tanggal 23 oktober 2017 sudah diserahkan ke kita agar secepatnya dapat diserahkan ke Bupati OKI, H Iskandar SE untuk dibuatkan SK nya,” ungkapnya.
 
Disampaikannya juga, seperti pada tahun sebelumnya L3S akan dilaksanakan secara serentak di kecamatan-kecamatan dalam wilayah Kabupaten OKI yang terdapat objek lelang. Rencananya tahap pertama akan dilaksanakan pada, Kamis 16 November 2017 dikecamatan masing-masing.
 
“Untuk objek lelang yang tidak laku dilelang pada tahap pertama akan kembali dilelang pada lelang tahap kedua yakni dilaksanakan pada, Selasa 28 November 2017 diruang Rapat Bende Seguguk I Setda Kabupaten

Bupati Ogan Komering Ilir, H. Iskandar, SE memastikan program strategis nasional yang melalui Kabupaten OKI berjalan lancar. Upaya itu dilakukkan dengan dengan berperan aktif membantu menyelesaikan pembebasan lahan untuk kebutuhan proyek pusat tersebut.

Sejak 2015, OKI memiliki 2 proyek infrastruktur nasional yang harus dikebut hingga 2018 mendatang. Ke dua proyek yang telah dikerjakan telah berjalan lancar tanpa mengalami hambatan berarti. Seperti pembangunan jalan tol Pematang Panggang-Kayu Agung dan Jalan tol Kayu Agung-Palembang-Betung.
 

Bupati Ogan Komering Ilir melalui Kepada Dinas Pertanahan Kabupaten OKI, Pratama Suryadi mengatakan dukungan Pemerintah Kabupaten OKI untuk menuntaskan proyek stategis nasional di Kabupaten OKI antara lain melalui Peraturan Bupati OKI nomor 5 tahun 2017 tentang penyelesaian kasus pertanahan.

“Suport penuh kita terus lakukan untuk menyukseskan program strategis nasional yang melalui kabupaten OKI terutama dalam pembebasan lahan kebutuhan tol dan lainnya” Ungkap Pratama, Senin, (25/9).
 

Dikatakan Pratama untuk Pembebasan lahan pembangunan ruas tol Pematang Panggang- Kayuagung terdiri dari 4 seksi membentang sepanjang 77 km dan sudah dapat dikerjakan sepanjang 57,7 Km atau mencapai 74,93 persen. Sedangkan untuk ruas tol Kayuagung-Palembang-Betung (Kapal Betung) terdiri dari 8 seksi sepanjang 34,69 km sudah pembebasan lahan sepanjang 84, 01 persen atau mencapai 75, 22 persen.

Ke dua ruas tol itu menurut Pratama memiliki Interchange sebagai arus keluar masuk tol serta penghubung ke jalan provinsi sebanyak 3 titik, yaitu Sirah Pulau Padang-Jejawi dan Lempuing Jaya. Pemkab OKI tambahnya berharap tambahan dua titik interchange, yaitu di Mesuji Raya dan Pedamaran.

 

Untuk sengketa lahan tol di OKI, Berdasarkan data dari BPN OKI pada Agustus 2017 hanya 68 persil yang disengketakan dari 1.135 persil yang harus dibebaskan, yaitu untuk trace Pematang Panggang-Kayuagung Penlok I Sungai Sodong – Tanjung Sari sebanyak 18 Persil dan Penlok II Cinta Jaya-Kijang Ulu 46 persil.

Pratama berharap masyarakat dan pemerintah ditingkat kecamatan dan desa mendukung penuh program nasional ini.
 
"Masyarakat untuk mendukung proses pengerjaan dan pemerolehan tanah karena setiap sengketa lahan tol sudah ada ganti ruginya melalui konsinyasi di pengadilan. Kepada Camat dan Kepala Desa untuk berperan aktif memediasa percepatan penyelesaian sengketa lahan tol” jelas Pratama.
 

Selain mendukung program tol nasional Pemkab OKI juga sudah merealisasikan program pendaftaran tanah sistemis lengkap (PTSL) dukungan itu melalui diterbitkannya Perbup nomor 61 tahun 2017 tentang Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap.

Dalam Perbup diatur tentang biaya resmi pengurusan sertifikasi tanah pada program Pendaftaran Tanah Sistem Lengkap (PTSL) sebesar Rp 200 ribu per bidang. Perbup ini lahir untuk memfasilitasi program PTSL di OKI serta meminimalisasi adanya pungutan dari oknum yang melebihi jumlah tersebut.
 

Dijelaskan Pratama Jumlah bidang tanah yang didaftarkan di OKI sebanyak 24.000 bidang, untuk tahap awal sebanyak 2.000 persil yang sudah direalisasikan seratus persen dan ditahun 2018 Pemkab OKI mengajukan penambahan kuota PTSL.

“Kita sudah sosialisasi ke desa-desa agar program PTSL berjalan sukses di OKI tahun depan bisa minta tambahan kuota” Ungkap Pratama.

Bupati Ogan Komering Ilir, H. Iskandar, SE  meluncurkan  program pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) keliling untuk warga OKI. Langkah ini merupakan bagian dari upaya peningkatan layanan kesehatan masyarakat serta meningkatkan upaya pencegahan penyakit melalui gerakan masyarakat sehat (Germas).

“Mobil ini digunakan oleh petugas kesehatan untuk keliling ke kampung-kampung, memberi layanan kesehatan dan yang penting mengajak masyarakat untuk hidup sehat  ” Kata Iskandar saat menyerahkan mobil layanan keliling untuk Puskesmas Mulyaguna di Desa Kuripan Kecamatan Teluk Gelam, Senin, (18/9).

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ogan Komering Ilir, H. M. Lubis, M. Kes mengatakan tahap awal ini pihaknya menyediakan 7 unit mobil pusat layanan kesehatan (Puskesmas) keliling yang didistribusikan ke Puskesmas-Puskesmas se Kabupaten OKI.

“Tahap awal ini ada 7 unit yang kita siagakan untuk menopang pelayanan kesehatan di desa-desa” Ungkap Lubis.

Wednesday, 20 September 2017 08:33

SAKIP Dinas Kesehatan 2016-2017

Berikut Disampaikan SAKIP Dinas Kesehatan Tahun 2016-2017

Dapat diunduh pada link berikut:

- LKJIP

- Form Perjanjian Kinerja

- Perjanjian Kinerja

- Struktur Organisasi

- Renja

- Renstra

- Tabel Visi, Misi

Janji Bupati Ogan Komering Ilir, H Iskandar SE untuk mencerdaskan kehidupan bangsa telah ditunaikan. Hal itu terbukti dari perbaikan sekolah perairan di kawasan Pesisir Timur OKI, meliputi tiga kecamatan, yakni Selapan, Cengal, dan Air Sugihan.
 
Bupati Iskandar pun kerap meninjau lokasi sekolah di Pesisir Timur. Salah satunya menilik gedung Sekolah Dasar Negeri (SD) Pilial Sungai Pasir Kecamatan Cengal Kabupaten OKI di sela pelantikan kepala desa terpilih di Kecamatan Cengal, awal pekan lalu.
 
Bupati Iskandar meninjau bangunan sekolah yang kini berdiri kokoh usai perbaikan dan peningkatan kapasitas sejak dua tahun lalu. “Kami sudah lakukan rehabilitasi pada gedung-gedung sekolah yang rusak ringan, sedang dan juga rusak berat termasuk sekolah ini untuk menunjang program penguatan karakter di sekolah,” ujar Bupati Iskandar.
 
 
Asmin, warga Cengal, tak ragu memberikan kesaksiannya. Menurut Asmin, sekitar empat tahun lalu saat kampanye calon Bupati, H Iskandar mengunjungi sekolah tersebut. “Dulu bangunan sekolah ini sangat memprihatinkan. Kondisinya jauh dari kata layak. Dindingnya terbuat dari kayu, atapnya dari daun rumbia,” ungkapnya.
 
Asmin menambahkan, dulu jika hujan turun, proses belajar mengajar tetap dilakukan. Namun seluruh meja dan kursi berpindah dari tempat semula untuk mencari titik-titik yang tidak mengalami kebocoran. “Sering hujan, atapnya bocor. Anak anak tetap belajar. Hujannya ya turun saja. Anak-anak minggir ke samping. Sudah sering begitu,” ujar Asmin.
 
Akibat bocor ungkap Asmin ruang kelas pun keropos. “Dulu was was kalau anak-anak sedang belajar. Atap sekolah semuanya keropos tentu membahayakan nyawa para guru dan siswa saat melakukan proses belajar mengajar di dalam ruang kelas,” cerita Asmin.
 
Tidak hanya itu, tambah dia, ketika itu kondisi toiletnya pun rusak parah. “Ada dua toilet yang disediakan oleh pihak sekolah, dua tidak berfungsi, dan satu lagi berfungsi namun kondisinya tidak layak dan tidak memenuhi standar sanitasi” tuturnya.
 
Dijelaskannya, sekolah yang terletak sekitar 10 km dari Kecamatan Cengal ini. Menurut Asmin, sekolah itu dulu hanya memiliki 2 ruang kelas. Karena tidak mencukupi, terpaksa satu ruangan digunakan untuk dua kelas. Kursi dan mejanya pun cukup memprihatinkan. Sebagian meja bolong, untuk menutupi itu pihak sekolah menempelinya dengan beberapa kayu lagi. Begitupun dengan kursi yang diduduki para siswa, sebagian tidak memiliki sandaran, bahkan sebagian kursi sudah reyot, tidak layak untuk diduduki, dan jumlahnya pun tidak mencukupi
 
“Kini kondisi sekolah itu 360 derajat sudah berubah. Dindingnya tampak bersih, lantainya terbuat dari keramik dan atapnya megah dari genteng berlapis cat anti bocor,” ungkapnya.
 
Fasilitas di ruang kelas pun cukup memadai. Papan tulis yang digunakan untuk proses kegiatan belajar terbuat dari triplek mengkilap seperti sekolah di kota kota besar. Di dalam lemari dan rak-rak di dalam kelas, tampak buku-buku tersusun rapi. Betapa membahagiakan. Meski berada di pelosok anak anak desa Sungai Pasir bisa melihat dunia melalui buku, seperti kata pepatah.
 
Asmin mengucapkan terima kasih kepada Bupati Iskandar yang sudah memperbaiki sekolah tersebut. Dia bersyukur dan merasa lega cucunya kini bisa bersekolah dengan nyaman di SDN 1 Sungai Pasir. “Terimakasih Pak Bupati. Kini anak-anak kami di Pesisir Timur OKI (bukan bagian konspirasi Pantai Timur) bisa belajar dengan nyaman. Kami orang tua tidak was was lagi,” tambahnya.
 
Kabid TK/SD Dinas Pendidikan Kabupaten OKI, Romli mengatakan, sekolah ini menjadi prioritas perbaikan karena kondisinya yang tidak layak. “Selesai diperbaiki tahun lalu. Sekolah ini salah satu yang menjadi prioritas kami. Bupati ingin semua sekolah di Kabupaten OKI ini layak dan mendukung proses belajar dan mengajar,” ungkap Romli.
 
Demikian dikatakan Kepala Dinas Pendidikan OKI, H Masherdata Musai. Menurut dia, berdasarkan hasil penilaian dan kriteria yang telah ditetapkan, infrastruktur seperti gedung sekolah, fasilitas, sarana dan prasarana menjadi prioritas. Dijelaskannya, setiap saat Disdik OKI melakukan pengkajian, penilaian pendataan sekolah mana yang masih sangat kekurangan infrastruktur.
 
“Hanya saja saat ini masih terkendala di persoalan anggaran, sehingga belum semua sekolah yang kekurangan langsung dipenuhi dan masih berdasarkan skala prioritas,” ungkapnya.
 
Apalagi, tambah dia, Kabupaten OKI sangat luas dan sekolah sangat banyak. Sementara, kondisi keuangan daerah masih sangat terbatas. “Infrastruktur (pendidikan) akan tetap menjadi perhatian Pemkab OKI,” tutupnya.
Kabupaten Ogan Komering Ilir berhasil meraih predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI sebanyak enam kali berturut-turut sejak tahun 2012-2016. Atas raihan itu bersama 38 Pemerintah daerah lainnya se Tanah Air, Pemerintah Kabupaten OKI menerima penghargaan dari Presiden Jokowi pada acara Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah Tahun 2017 di Istana Negara, Jakarta, Kamis, (14/9/2017).
 
Presiden Joko Widodo (Jokowi), yang membuka langsung Rakernas bertema “Akuntabilitas dan Transparansi Pengelolaan Keuangan Negara untuk Indonesia Sejahtera” menekankan pada simplifikasi pembuatan laporan agar hasil kerja lebih terlihat ketimbang hanya laporannya saja. “Berorientasi pada hasil, bukan pada prosedur,” kata Jokowi di Jakarta.
 
Wakil Bupati OKI, H. M Rifa’i, SE yang menerima penghargaan mengatakan, penghargaan dari presiden ini menjadi pemicu bagi pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas laporan keuangan.
 
“Jadi pemicu utuk terus meningkatkan kualitas laporan keuangan yang baik dan diakui karena mendapat opini WTP dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) ini harus dipertahankan, tanpa menambah bebab birokrasi sesuai arahan presiden” Ungkapnya.
 
Namun yang lebih penting, menurut Rifa’i yaitu pengelolaan anggaran harus benar-benar memberikan hasil nyata bagi masyarakat.
 

Berikut Disampaikan SAKIP (Sistem Akuntabilitas Kinerja Pemerintah) Inspektorat Kabupaten Ogan Komering Ilir Tahun 2017

 

Jika kesulitan menampilkan file pada Browser/ Device anda dapat mendownload pada link dibawah ini:

- LAKIP

- Renja

- Renja Pendahuluan 

- Perjanjian Kinerja Inspektur

- Perjanjian Kinerja Pegawai

- Indikator Kinerja Utama (IKU)

- SK tentang IKU

Bupati OKI, H Iskandar SE akan menerima piagam penghargaan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI karena telah mewujudkan sekolah model berstandar nasional.
 
Piagam itu rencananya akan diserahkan pihak kementerian kepada bupati di Gedung Kesenian Kayuagung hari ini, Selasa pagi (12/9/2017). Selain penyerahan piagam, juga dilakukan sosialisasi program pengembangan sekolah model penjamin mutu pendidikan di Kabupaten OKI.
 
Iskandar mengapresiasi Kemendikbud RI melalui Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Sumatera Selatan atas penghargaan yang diberikan. Penghargaan ini menjadi penambah semangat Pemkab OKI untuk berbuat dan berkarya lebih baik khususnya di dunia pendidikan.
 
“Pendidikan adalah pilar dalam membangun suatu bangsa yang maju. Untuk itu, membangun pendidikan yang bermutu menjadi prioritas kami. Sejak tahun 2016 lalu, pemerintah melaksanakan program sekolah model yang berbasis standar nasional pendidikan, yang terdiri dari delapan standar nasional pendidikan,” jelasnya.
 
Kedelapan standar itu yakni, standar kompetensi lulusan, standar proses, standar isi, standar penilaian, standar pendidikan dan tenaga kependidikan, standar pengelolaan, standar pembiayaan, standar sarana dan prasarana.
 
“Alhamduliah atas pembinaan dari LPMP di Kabupaten OKI, kami mampu menerapkan sekolah model sebanyak 17 sekolah antara lain; 6 SD, 5 SMP, 5 SMA, dan 1 SMK,” rincinya.
 
Sekolah-sekolah tersebut telah mampu melaksanakan penjaminan mutu pendidikan secara mandiri serta dijadikan sebagai sekolah percontohan bagi masing-masing lima sekolah lainnya.
 
“Sehingga ada 85 sekolah yang kami harapkan pada 2018 nanti akan menjadi sekolah model di Ogan Komering Ilir. Saya sangat mendukung penerapan sekolah model ini karena mampu mengukur efektivitas, kualitas dan keberhasilan pengelolaan pendidikan serta menjamin mutu pendidikan pada khususnya,” ungkap bupati.
 
Lanjutnya pula, sekolah-sekolah yang ada di Kabupaten OKI ini mampu memenuhi sistem penjaminan mutu pendidikan (SPMI), dapat dikembangkan sekolah model sesuai dengan kultur dan budaya Ogan Komering Ilir dan memenuhi standar pendidikan nasional.
Page 1 of 24