Friday, 15 December 2017
PENGUMUMAN TERBARU
Angka Kematian Ibu dan Bayi di Kabupaten OKI Menurun

Angka Kematian Ibu dan Bayi di Kabupaten OKI Menurun

Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) mampu menekan angka kematian bayi dan anak. Setidaknya jumlah kematian tahun 2016 menurun dibandingkan tahun 2015.

Diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan OKI, HM Lubis SKM M.Kes bahwa tahun 2015 angka kematin bayi sebanyak 56, sementara pada tahun 2016 sebanyak 43. Kemudian untuk angka kematian ibu dari 18 pada tahun 2015 menjadi  8 pada tahun 2016. “Tahun ini kita berupaya menekan lebih rendah bahkan bebas angka kematian ibu dan bayi,” ucapnya, usai rapat koordinasi dengan pimpinan Pustu, Puskesmas dan Promkes.

Upaya yang dilakukan, ialah dengan program germas (gerakan masyarakat) yang dilakukan oleh petugas dinas kesehatan, puskesmas, puskemas pembantu dan petuga promosi kesehatan  (prmokes) kepada masyarakat. Yakni melakukan tindakan secara sistemaris, terencana secara bersama dengan kemauan, kesadaran, kemampuan berperilaku sehat untuk meningkatkan kualitas hidup. “Diantaranya mengajak masyarakat melakukan aktivitas fisik, konsumsi sayur dan buah, memeriksa kesehatan secara berkala,” ucapnya

Tambahnya, dalam rapat koordinasi bersama 85 pimpinan pustu, 31 pimpinan puskesmas dan 31 petugas promkes, pihaknya berharap agar  tahun ini bersama – sama menekan angka kesakitan di OKI. Tertutama permasalahan angka kematian bayi, ibu, gizi buruk dan TB paru aktif.Serta meningkatkan pola hidup sehat masyarakat.

Selain itu, adanya petugas  promkes yang baru dilantik juga diharapkan mampu mengajak masyarakat di desa untuk berperilaku hidup sehat. Serta menganalisa permasalahan apa yang ada di desanya. “Misal saat musim hujan, yang perlu ditekankan ialah perilaku 3M agar wabah demam berdarah tidak terjadi. Karena petugas promkes yang dilantik ialah petugas yang diambil dari TKS Puskesmas dan tinggal disana. Sehingga lebih tahu permasalahan di wilayahnya,” ucapnya.

Kita juga berharap adanya peran serta seluruh elemen masyarakat baik kepala desa dan maupun instnasi terkait lainnya. Agar program yang dijalankan bisa terlaksana dengan baik.