Wednesday, 26 September 2018
PENGUMUMAN TERBARU

Energi Sentuh Masyarakat Pesisir

Desa Sungai Menang Kabupaten Ogan Komering Ilir Sumatera Selatan sejak tiga bulan lalu sudah mendapat penerangan listrik PLN, setelah dibangunnya jaringan transmisi 103,96 kilometer dan 546 unit jaringan listrik tenaga surya.

Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Ogan Komering Ilir Man Winardi di Kayuagung, Kamis, mengatakan, penyaluran energi listrik dapat menembus pelosok desa tersebut setelah pemkab menjadikannya program prioritas sejak dua tahun terakhir.

"Di OKI masih ada desa yang belum merasakan energi listrik, ada juga desa yang terputus atau terisolir karena tidak ada akses jalan darat. Tapi sejak semua ini dijadikan prioritas, sedikit demi sedikit sudah banyak desa mulai terang," kata Man.

Ia mengatakan, program ini dapat terlaksana berkat kerja sama pemkab dan PLN WIlayah Sumsel, Jambi dan Bengkulu.

"Untuk biaya kontruksi memang melalui APBD, namun untuk transmisinya berasal dari PLN. Karena itu, pemkab sangat mengapresiasi sekali kerja sama ini," kata dia. 

Salah seorang warga Desa Sungai Menang, Reni Marlina Pisyadi mengatakan sangat bersukacita sejak aliran listrik masuk ke desanya.

"Biasanya mengeluarkan biaya untuk membeli BMM untuk penerangan dari jam 18.00 WIB hingga 06.00 WIB, tapi sejak ada listrik sudah tidak lagi," kata dia.

Selain membangun infastruktur listrik, Kabupaten Ogan Komering Ilir juga fokus membangun infrastruktur jalan sejak tiga tahun terakhir untuk memberikan akses ke desa terpencil yang selama ini hanya memanfaatkan jalur sungai.

Bupati Ogan Komering Ilir Iskandar mengatakan pembangunan infrastruktur ini sejalan dengan keinginan dan aspirasi masyarakat yang disampaikan dalam Musrenbang di tingkat desa hingga kecamatan.

“Dalam dua tahun terakhir, pemerintah kabupaten Ogan Komering Ilir telah mempercepat pembangunan jalan sepanjang 196,43 km, dan jembatan sebanyak 20 unit. Sedangkan untuk peningkatan akses transportasi antar desa, pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir telah membangun jalan poros desa dan jalan penghubung antar desa sepanjang 56.468 km”